Mafia Pemilu
Peran Andi Nurpati Makin Terlihat
Keterangan Mashuri Hasan kepada anggota panja, Kamis (21/07/2011) malam, semakin memperjelas peran aktor-aktor yang diduga terlibat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil Investigasi Panja Mafia Pemilu semakin terang benderang. Keterangan Mashuri Hasan kepada anggota panja, Kamis (21/07/2011) malam kemarin, semakin memperjelas siapa aktor-aktor yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini.
"Seperti keterangan-keterangan sebelumnya, mafia pemilu nyata ada, peran Andi Nurpati semakin kelihatan. Disamping itu, intensitas komunikasi Nesyawati dan Bambang terhadap Mashuri Hasan memperkuat dugaan-dugaan itu. Karena itu, sudah saatnya polisi menetapkan tersangka baru, terutama aktor-aktornya," kata anggota Panja Mafia Pemilu, Malik Harmain, Jumat (22/07/2011).
Dari penjelasan Mashuri Hasan semalam terungkap, Zainal perintahkan Mashuri memberikan nomor pada nota dinas permohonan penjelasan ke ketua MK soal faximilie dari KPU.
Dalam nota dinas yang tidak jadi dikirim ke ketua MK itu, terselip kata penambahan suara. Mashuri menjelaskan, bersamaan dengan pembuatan nota dinas itu, Zainal kemudian menyusun draf surat MK Nomor112/PAN.MK/VIII/2009 tertanggal 14 Agustus,terdapat kata penambahan.
Draf suat MK Nomor 112 kemudian diberikan Zainal kepada Mashuri untuk dikirim. Menurut Mashuri lagi, draf surat itu belum ada tanda tangan dari Zainal. Agar tidak perpanjang birokrasi, Masyuri lalu scan tanda tangan Zainal dan menempelkan ke draf surat MK nomor 112 yang dimaksud.
Tanggal 15 Agustus, pAndi Nurpati, Bambang Rahwadi (orang dekat Dewi yasin Limpo) menelpon Masyuri untuk mempercepat pengiriman surat . Setelah itu, Andi mengatakan,surat itu penting untuk pengambilan keputusan Dewi yasin Limpo.
Mashuri langsung mengirim surat melalui fax dari ruang panitera MK lantai sebelas ke fax pribadi milik Andi Nurpati. Mashuri mengaku menyesal megirim surat itu atas penjelasan Zainal, surat tersebut masih sebatas draf, masih ada kata penambahan di dalamnya.