Ingin jadi Aktivis Pascapensiun, Kelakar Jenderal Sigit: Hampir 5 Tahun Saya Didemo Terus
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berseloroh ingin beralih profesi menjadi aktivis setelah pensiun.
Ringkasan Berita:
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berseloroh ingin beralih profesi menjadi aktivis setelah pensiun demi mengisi kekosongan posisi aktivis kritis yang kini banyak beralih menjadi pejabat kabinet.
- Selama hampir lima tahun menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Sigit mengaku kenyang diprotes massa dan bercanda ingin berganti peran menjadi pihak yang mendemo para mantan aktivis di pemerintahan kelak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Hotel Acacia Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Di hadapan peserta kongres, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melontarkan selorohan mengenai rencana masa depannya setelah pensiun melepas seragam Korps Bhayangkara.
Jenderal bintang empat ini berseloroh ingin beralih profesi menjadi aktivis.
Menurutnya, saat ini banyak aktivis buruh yang ramai-ramai hijrah masuk ke dalam lingkaran kabinet pemerintahan.
"Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?" kata Sigit disambut tepuk tangan para buruh di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Pernyataan jenaka tersebut dilemparkan Sigit saat melihat jajaran tamu VIP yang hadir dalam pembukaan kongres.
Di sana tampak Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Presiden KSPSI Andi Gani, hingga Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat.
Sigit secara khusus menyoroti nama Jumhur Hidayat serta Said Iqbal, dua tokoh pergerakan buruh senior.
Said Iqbal dikabarkan segera dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
"Tadi sudah banyak yang disampaikan oleh beliau-beliau. Memang terjadi perubahan dari aktivis-aktivis saat ini rata-rata kemudian menjadi pimpinan-pimpinan di kabinet. Selamat ya pak," ucapnya.
Mantan Kabareskrim ini kemudian melanjutkan guraunya. Selama hampir lima tahun menakhodai institusi Polri, hari-harinya tidak pernah sepi dari kepungan massa aksi.
Ia mengaku rindu dengan atmosfer tersebut, namun kali ini ingin berada di sisi seberang barikade sebagai interseptor kebijakan.
"Karena terus terang, saya tadi sangat senang dengar yel-yelnya tadi. Kayaknya cocok buat saya. Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi, gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur," ucap Sigit berseloroh.
Jenderal Listyo Sigit memanfaatkan momentum untuk menegaskan keberpihakan institusinya terhadap keadilan kelas pekerja.
Ia memaparkan rekam jejak dukungannya terhadap perjuangan buruh yang selama ini kerap luput dari sorotan media.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kapolri-Buka-Rakernis-Reskrim_20260507_185352.jpg)