Kamis, 16 April 2026

10 Orang OPM Masuk ke Ruang Kapolri Serahkan Lukisan SBY

Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Perjuangan Papua Merdeka (TPN/OPM) menyambangi Mabes

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perwakilan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Perjuangan Papua Merdeka (TPN/OPM) menyambangi Mabes Polri untuk bertemu Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Jumat (17/2/2012).

Mereka membawa sebuah lukisan berukaran 1,5 meter x 1 meter yang bergambarkan Panglima Tinggi TPN/OPM Alex Membri dan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) sedang mengacungkan jempol kanan di atas sebuah perahu.

Selain itu, di pojok kanan atas lukisan berbingkai emas tersebut bertuliskan sebuah pernyataan

'Doa Anak Negeri Indonesia'
Ibu pertiwi.....!
Jangan biarkan negeri ku Papua dan Tanah Air ku...
Indonesia terus menangis....
Kan ku kawal.... Kubela... Kubangun...
Tanah air ku.... INDONESIA!!!

"Sasaran kami bertemu presiden sudah terprogram. Sebelumnya  kami bertemu Panglima TNI, kemudian kemari (Mabes Polri) untuk bertemu dengan Kapolri, selanjutnya satu-dua hari ini kami diterima di presiden. Sasarannya menyerahkan pernyataan sikap, masuk bingkai NKRI dalam rangka mengawal, mengawasi, pembangunan bangsa," ungkap ketua Tim 12, Jhon Ramandey di Mabes Polri.

Mereka pun berencana akan mengadakan acara Kirab Revolusi Tifa Noken Papua Merah Putih pada tanggal 20 Februari 2012 di pelataran parkir Wisma Cendrawasih.

"Kami merindukan terjadi pemulihan. Kalau orang ingin masuk Papua ketakutan (karena) ditakuti TPN/OPM, sekarang panglimanya datang menyatakan sesuatu agar terjadi pemulihan, pembangunan bisa terjadi, investor bisa masuk, caranya seperti demikian," ungkap John.

Adapun Alex Membri yang mengklaim sebagai Panglima Tertinggi TPN/OPM mengatakan pihaknya ingin mencari solusi yang terbaik terkait konflik di Papua.

"Semoga ada solusi terbaik dari republik kita," ujarnya.

Ia pun menegaskan TPN/OPM tetap bagian dari NKRI, tapi pihaknya tidak bisa dipisahkan dari persoalan di Papua yang terjadi.

"OPM itu organisasi papua merdeka, ini secara nasional sudah diberdirikan semua sudah tahu. Ada yang mengatakan OPM dibubarkan, OPM dibubarkan itu tidak bisa. Makanya kita cari solusi yang terbaik antara kita dengan republik itu bagaimana. Jadi kami sudah ada pemerintahan ada hukum internasional," ungkapnya.

Pantauan Tribunnews.com, sekitar sepuluh orang menggenakan aksesoris kepala khas Papua masuk ke ruang Kapolri untuk menyerahkan lukisan dan menyatakan sikap yang mereka bawa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved