Senin, 13 April 2026

Suasana Peringatan Isra Mi’raj di Mabes Polri (Foto)

Segenap prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Mabes TNI, menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad

Editor: Widiyabuana Slay
Suasana Peringatan Isra Mi’raj di Mabes Polri (Foto) - 5_(1).jpg
IST
Suasana Peringatan Isra Mi’raj di Mabes Polri (Foto) - 33.jpg
IST
Suasana Peringatan Isra Mi’raj di Mabes Polri (Foto) - 43.jpg
IST

TRIBUNNEWS.COM - Segenap prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Mabes TNI, menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H/ 2012 M dengan tema “Melalui  Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1433 H Kita Tingkatkan Disiplin dan Moralitas Prajurit Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas” bertempat di GOR A.Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (28/6/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Acara  diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an Surat Al-Isra ayat 1, Al-Ankabut ayat 45 dan surat Lukman ayat 1 – 5  oleh Dra. Hj. Rahmawati A Rani, M.A.

KH. Othman Omar Shihab, L.C., dalam uraian ceramahnya menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi  menjelang hijrahnya Rasulullah, setelah wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib. Dalam ilmu logika perjalanan Isra Mi’raj  adalah termasuk supra rasional karena pembuatnya adalah Yang Tanpa Batas (Allah SWT), dan satu-satunya hasil Isra Mi’raj adalah Asshalah (perintah shalat). Shalat adalah amal ibadah yang pertama kali akan ditanyakan setelah seseorang menghadap Sang Pencipta. Bila shalatnya diterima, maka seluruh ibadahnya akan diterima. Menurut penceramah, shalat bisa dikerjakan di mana dan kapan saja. Tidak ada dispensasi,  karena bisa dilakukan dengan berdiri, duduk, maupun berbaring bila dalam keadaan sakit. Demikian pula dalam hal berwudhu bisa dilakukan dengan cara tayamum bila memang tidak ada air.

Lebih lanjut penceramah menguraikan bahwa shalat dapat menghancurkan sifat ketakaburan di hadapan Allah dan di hadapan mahluk Allah.  Ada lima hal yang dapat membuat manusia lupa di hadapan Allah yaitu harta, jabatan, kecantikan, keturunan, dan ilmu. Selain itu, shalat merupakan ibadah yang mengandung dialog serta komunikasi langsung kepada Allah. Oleh karena itu Rasullah SAW menyampaikan kepada umatnya bahwa, ketika shalat-nya diterima, maka akan terhindar dari panasnya api neraka jahannam.
 
Sementara itu, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Isra Mi’raj memiliki makna penting dalam ruang imajinasi umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya.  Makna penting itu jika diurai tentu akan sangat panjang, tetapi yang jelas bahwa kisah Isra Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW mengarahkan pengetahuan dan kesadaran umat beragama akan narasi besar, yang memperkukuh dinamika umat untuk meyakini kehadiran Yang Maha Mutlak, yaitu Allah SWT.  Di sisi lain, Mi’rajnya seorang mukmin bukanlah sebuah upaya pendakian spiritual untuk berpaling dari tanggung jawab kemanusiaan, melainkan justru agar terjalin kontak antara kehendak yang Maha Suci dan orientasi manusia di bumi.

Melalui peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat menangkap simbol pelapangan dada, pensucian hati dan penajaman nurani serta kerendahan hati. Kesemua itu, sangat penting dalam misi sosial, demi mereformasi tatanan yang tidak ideal, yang fungsinya dapat mengangkat citra dan menumbuhkan optimisme bahwa setiap pengabdian ada nilainya, serta di setiap kesulitan pasti ada jalan keluar.   Untuk itu lanjut Panglima TNI, hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini harus dapat  dipatrikan dan ditegakkan dalam diri masing-masing, guna menghadapi dan memperbaiki kecenderungan menurunnya nilai-nilai Illahiah dan social capital individu serta masyarakat saat ini, yang bertendensi dapat menimbulkan kegoyahan sosial dan merapuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved