Kasus Simulator SIM

Angota Kompolnas: Djoko Susilo Perburuk Citra Polri

Belum bisa bersedia hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK karena ada dualisme penanganan kasus yang sama.

zoom-inlihat foto Angota Kompolnas:  Djoko Susilo Perburuk Citra Polri
Warta Kota/Henry Lopulalan
Gubernur Non Aktif Akademi Kepolisian Irjen Pol Djoko Susilo (DS)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Irjen Pol Djoko Susilo mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi simulator alat mengemudi kendaraan roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas Polri.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta agar jendral polisi bintang dua itu memenuhi panggilan KPK supaya institusi Polri tidak semakin buruk citranya di mata publik.

"Dia dipanggil tidak mewakili lembaga tapi pribadi. Kalau dia terus tidak datang itu melemahkan citra Polri," ujar anggota Kompolnas Hamidah Abdurrachman di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (29/9/2012).

Pemanggilan KPK terhadap Djoko Susilo, tegasnya,  bukan atas nama Polri.  Akan tetapi pribadi Djoko Susilo. "Kami dari Kompolnas mensupport DS agar memenuhi panggilan KPK. Karena harus ditunjukkan bahwa KPK dan Polri punya komitmen memberantas korupsi," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Djoko Susilo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi simulator,  tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka oleh KPK, Jumat (28/7/2012) kemarin.

Djoko kemudian mengutus dua kuasa hukumnya, Hotma Sitompul dan Juniver Girsang, untuk menyampaikan surat keberatan dan ketidakhadirannya ke penyidik KPK.

Dalam suratnya, Djoko menyatakan belum bisa bersedia hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK karena ada dualisme penanganan kasus yang sama. Sebab, saat ini Polri juga menangani kasus yang sama dengan tiga tersangka yang sama.

"Surat kepada penydik berisikan, sampai saat ini DS belum bisa hadir dalam pemeriksaan karena saat ini ada dua masalah yang dihadapi DS terhadap kasus yang sedang bergulir, karena dua instansi melakukan penyidikan bersamaan," ujar Juniver setelah menemui penyidik KPK.

Dengan adanya dualisme penanganan kasus ini, lanjut Juniver, Djoko melalui suratnya meminta penegasan lembaga penegak hukum yang berwenang untuk melaukan penyidikan terhadap dirinya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved