Dugaan Korupsi di PLN
DPR: Dahlan Wajib Beri Klarifikasi Inefisiensi PLN Rp 37 Triliun
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mengaku belum mengetahui apakah mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan
Itu mengakibatkan PLN mengeluarkan biaya pemeliharaan relatif lebih mahal yaitu Rp 104,6 miliar pada 2009 dan sebesar Rp 63,6 miliar pada 2010.
Padahal bila menggunakan gas, biaya pemeliharaan pembangkit jauh lebih rendah.
Selain itu, ditemukan pula bahwa Pembangkit di Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Utara harus membayar gas yang belum dipakai sehingga berpotensi merugikan PLN.
Biaya yang sudah dikeluarkan senilai US$40,6 juta untuk pembelian gas PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Utara, yang belum dapat segera dimanfaatkan.
PLTG Sektor Belawan Unit 2.1 dan Unit 2.2 di PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara mengalami kerusakan karena mengkonsumsi gas yang tidak sesuai spesifikasi.
PLTGU Belawan kehilangan kesempatan memproduksi listrik sebesar 5.640.000 kWh senilai Rp 68 miliar dan harus mengeluarkan biaya perbaikan di luar pemeliharaan periodik sebesar Rp 4,3 miliar.
BPK menilai Proses pengadaaan dan pengoperasian mesin sewa diesel PLN Wilayah NTB mengalami keterlambatan dan tidak dilakukan addendum pengurangan harga.
PLN Wilayah NTB berpotensi membayar harga kontrak yang lebih tinggi sebesar Rp 27,7 miliar pada kontrak PLTD sewa Paokmotong, Labuhan, dan Bima.