Selasa, 26 Mei 2026

Dugaan Korupsi di PLN

Pencitraan Dahlan Iskan Runtuh di Panja Hulu Listrik

tudingan Dahlan mengenai adanya oknum DPR yang memeras BUMN

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) banyak menuding Menteri BUMN Dahlan Iskan memainkan pencitraan dalam setiap aktifitasnya. Termasuk, tudingan Dahlan mengenai adanya oknum DPR yang memeras BUMN, dinilai tak lepas dari pencitraan.

Dalam rapat kerja di Panja Hulu Listrik, dan Komisi VII DPR, Selasa (13/11/2012), saat membahas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal inefisiensi PLN dibawah kepemimpinan Dahlan Iskan sebesar Rp37,6 triliun, para anggota DPR mengungkapkan soal pencitraan yang dibuat Menteri BUMN itu.

Namun, pencitraan yang selama ini dibangun Dahlan Iskan "runtuh" di Panja Hulu Listrik, saat anggota Komisi VII DPR mengungkit-ungkit dan mempertanyakan seputar Pembangkit Listrik miliknya di Kalimantan Timur. Suara Dahlan pun meninggi, raut mukanya menegang menanggapi rentetan pertanyaan DPR mengenai bisnisnya itu.

"Kamu lihat sendiri tadi kan, ketika ditanya tentang genset, tentang pembangkit milik dia, dia marah-marah. Coba yang mengena tentang dirinya sendiri kan marah-marah dia. Itu coba lihat sekuat mana, sampai berapa lama sih pencitraan, kepalsuan artivisual itu?"ungkap Ketua Panja Hulu Listrik Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, usai Rapat di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

"Kami bukan punya ilmu penyidik loh, ini hanya verifikasi. Maka, verifikasilah di ruang konstisional. Kami tidak menuduh, ini kan semua berdasarkan temuan BPK," tambahnya.

Emosi Dahlan terlihat saat Rapat Kerja Panja Hulu Listrik Komisi VII DPR, Selasa (13/11/2012) kemarin yang memverifikasi temuan BPK mengenai inefisiensi PLN sebesar Rp37,6 triliun pada masa kepemimpinannya. Saat itu Dahlan menjawab rangkaian pertanyaan anggota wakil rakyat seputar temuan BPK.

Tepatnya, saat anggota Komisi VII, Alimin Abdullah mempertanyakan mengenai kepemilikan PLTU milik Perusahaan Dahlan Iskan di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Kami punya genset di Kalimantan Timur, begitu? Bapak bisa mempertanggungjawabkan itu?" tantang Dahlan dengan nada suara meninggi dan raut wajah yang tegang menanggapi pernyataan anggota dewan itu.

Alimin menjawab, saat Panja Hulu Listrik kunjungan kerja ke Kaltim kepemilikan Pembangkit Listrik Dahlan Iskan terungkap dari informasi masyarakat, muspida dan Gubernur Kaltim sendiri. Meski saat itu, semua staf PLN yang hadir saat itu, tidak mengakui adanya Pembangkit Listrik milik mantan Dirut PLN di Kaltim.

"Tetapi ketika saya diminta memimpin rapat saat di depan gubernur, yang saat itu diwakili wakil Gubernur, itu mereka bilang ada, dan itu bekerjasama dengan Perusda (Perusahaan Daerah) Kaltim. Mereka mengeluarkan dana Rp120 miliar," bebernya menanggapi tantangan Dahlan.

Bahkan, Gubernur Kaltim pun menjumpai Panja Hulu Listrik di Bandara saat akan meninggalkan Kaltim. Gubernur bahkan mengklarifikasi bahwa sebenarnya memang betul ada pembangkit milik Dahlan Iskan yang bekerjasama dengan grup Perusda Kaltim. Dan selama itu pula, pemda tidak pernah ada untung yang terjadi.

"Sebenarnya saya tidak mau membuka itu. Tapi kalau bapak minta seperti itu. Kita tanya kepada PLN saat itu, tapi PLN menutup itu. Tapi ketika di Pemda terbuka semua tanpa harus kita minta. Dan Gubernur menyatakan iya. Ini kan fakta ngapain kita tutup-tutupan. Dan saya siap mempertanggungjawabkannya," tegasnya Alimin. beberapa anggota Komisi VII lainnya dari FPKB, Nur Yasin dan Effendi Simbolon mengamininya, dan disambut tepuk tangan anggota Komisi VII.

Dahlan kemudian meminta untuk disamakan pengertian mengenai genset. Menurutnya, yang ada di Kaltim adalah PLTU. Dan sejak adanya PLTU itu PLN diuntungkan, paling tidak Rp1,5 triliun.

Kalau Pemda Kaltim belum mendapat keuntungan atas kerjasama tersebut, katanya, itu disebabkan oleh tarif beli listriknya murah sekali. Aturannya, imbuhnya, keuntungan yang seharusnya dilihat pemda Kaltim adalah ekonomi mikro. Dengan adanya listrik itu ekonomi daerah bertumbuh.

"Sehingga sebaiknya kita menyamakan persepsi kita bahwa tidak semua pembangkit itu genset. Genset ini kan kesannya menggunakan BBM kemudian boros. Sebaiknya kita memahami masalah-masalah kelisrikan sehingga yang seperti ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved