Sabtu, 30 Agustus 2025

Pemilu 2014

Tas Ransel Soeman Digeledah Satpam Senayan

Gaya dan penampilannya memang santai. jauh dari kesan jaim alias jaga image.

Warga biasa yang menjadi teman-teman Soeman selaku pengguna kereta api pun akhirnya mengerti. Bahkan, mahasiswa itu ikut mengajaknya memperjuangkan nasib pedagang di stasiun kereta api yang digusur PT KAI selaku pengelola stasiun. Selain itu, Suman juga ikut perkumpulan penumpang kereta yakni KRL Mania. Komunitas itu biasa berbicang melalui dunia maya yakni Twitter.

"Sempat diajak kopi darat. Tapi saya masih sibuk belum sempat kopi darat jadinya," imbuh Soeman.

Mengenai pengalaman di kereta, Soeman sempat menceritakan pengalaman ketika orang di dekatnya dituduh mencopet. Ia pun langsung melindungi orang tersebut dari amuk massa. "Saya bilang, kita turunkan di stasiun, lalu kasih Polsuska," ujar Soeman.

Soeman pun memiliki banyak kejadian ketika dengan pengamanan dalam (Pamdal) DPR ketika berjalan kaki menuju Gedung DPR. Sempat ia digeledah oleh Pamdal saat masuk ke Gedung DPR melalui pintu depan. Saat itu, Pamdal langsung menggeledah tas ransel yang dibawanya. Padahal, ia telah menyerahkan kartu identitas anggota DPR. "Saat Pamdal membaca bahwa saya anggota DPR, ia langsung memberi hormat," tuturnya.

Saat ia akan keluar dari Gedung DPR melalui pintu belakang, ia dikejar Pamdal karena curiga. Saat ia memberikan kartu identitas, Pamdal tidak percaya. Bahkan, Suman dibawa ke kantor Pamdal.

"Saya langsung bilang siapa komandan kamu, baca dulu kartu identitas saya, akhirnya mereka minta maaf," tuturnya.

Di lain waktu ia juga ditanya Pamdal ingin bertemua siapa. Ketika mengetahui, Soeman Anggota DPR, Pamdal tersebut malah bertanya mengapa ia memilih jalan kaki ke DPR. "Saya bilang itu pilihah," katanya.

Mengenai gaya hidup glamour politisi Senayan, ia tidak berpikiran negatif. Soeman mengatakan banyak anggota DPR yang berpenghasilan diatas rata-rata sebelum terpilih. Sehingga untuk menaiki angkutan umum itu hanya pilihan. "Rumah saya juga tidak pakai AC dan anak-anak saya pakai angkutan umum kalau ke sekolah," tuturnya.

Ia menyarankan kepada pemerintah mengenai kereta api agar sepadan rel kereta api terbebas dari tempat tinggal dan tempat bisnis. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Sementara untuk moda transportasi umum perlu dilakukan pengendalian jumlah kendaraan.

Lalu transportasi umum yang nyaman serta bersinergi antar jenis angkutan massal. "Ketepatan waktu angkutan umum yang harus diperhatikan," katanya.

Pemilu sebentar lagi. Soeman mengatakan ia belum mengetahui apakah akan menjadi calon legislatif kembali atau tidak. Pasalnya pengajuan caleg tergantung pada kebijakan PKS. Ia mengaku tidak dapat mengintervensi badan pemilihan caleg. Bahkan ia mengatakan lebih memilih tidak menjadi anggota dewan.

"Jadi anggota dewan berat, melaksanakan fungsi kedewaan, bagaimana membawa anspirasi masyarakat yang memilih," tuturnya.

Untuk itu, ia belum memiliki persiapan menuju pemilu 2014. Suman mengatakan PKS memerintahkan agar terus bekerja turun ke masyarakat. Pada tahun 2009 pun, ia mengatakan tidak ada persiapan.

Yang ia jalankan hanya bersilaturahmi dan partai ikut membantu menyosialisasikan namanya. Suman juga mengatakan bahwa PKS tidak melakukan pungutan ketika mendaftar menjadi caleg. "Cuma isi formulir saja lalu dikembalikan ke partai," kata Soemandjaya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan