Aksi Teror di Indonesia Dicurigai Terkait Potensi Sumber Daya Alam
Aksi teror yang terus terjadi diduga ada kaitannya dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi teror yang terus terjadi diduga ada kaitannya dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Dengan adanya teror-teror, para pelaku terorisme akan mengambil manfaat saat kondisi bangsa sedang tidak fokus tersebut.
“Bukan tidak mungkin bahwa kejadian-kejadian teror ini merupakan salah satu bentuk politik divide et empire yang ingin agar bangsa ini menjadi tidak fokus untuk meningkatkan pembangunan lalu terpaksa energi bangsa lebih tersalurkan hanya untuk mengatasi terror,”kata Pengamat Politik Arman Ndupa dalam pernyataannya, Senin(19/8/2013) seraya menyarankan masyarakat Indonesia harus tetap tenang dan membantu percayakan kasus teror kepada pihak berwajib lalu kita fokus untuk melanjutkan pembangunan Indonesia.
Sementara itu, pengamat masalah Komunikasi Sosial, Hernoto Ramlan menyatakan, rentetan peristiwa teror penembakan belakangan ini membuat situasi
keamanan di Indonesia menjadi ramai dibicarakan baik di dunia maya maupun di dunia nyata, banyak sekali opini yang beredar di masyarakat.
"Kita boleh menonton berita di berbagai media, tetapi kita harus sudah mulai bisa melihat berita yang jelas dan mana berita yang meragukan. Perlu kita ketahui bersama bahwa situasi keamanan saat ini masih dalam situasi kondusif, karena masyarakat sudah semakin sadar bahwa teror penembakan yang
dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab hanyalah teror yang ingin merusak suasana kebersamaan selama ini,” tambahnya.
Menurut lelaki yang menempuh sarjananya di Universitas Jember ini, meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggungjawab kepolisian negara, namun masyarakat juga harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi
terorisme yang membahayakan.
“Peran serta masyarakat seperti bergotong-royong menjaga keamanan lingkungan, jika ada orang mencurigakan disekitar lingkungan kita, segera awasi serta laporkan bila memang ada gerak-gerik yag sangat mencurigakan,” tambah lelaki yang
menyelesaikan program pasca sarjananya di Amerika Serikat seraya meyakinkan bahwa negara jelas tidak akan kalah melawan kelompok manapun yang membuat
resah masyarakat apakah itu kelompok separatisme, terorisme ataupun kelompok preman.