Kapolri: Ada Motif Politik Dalam Penembakan Caleg di Aceh
Polri menduga adanya motif politik dalam kasus penembakan calon legislatif Partai Nasional Aceh (PNA) Faisal SE
Laporn Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Polri menduga adanya motif politik dalam kasus penembakan calon legislatif Partai Nasional Aceh (PNA) Faisal SE (40). Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman menyatakan dugaan awal persaingan antarcaleg.
"Motifnya politik. Persaingan antarcaleg," kata Sutarman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Sutarman mengakui kejadian tersebut mirip dengan peristiwa terdahulu menjelang pemilukada Aceh. Ia menuturkan saat itu adanya pendatang yang ditembak dan diteror.
"Ini pun terulang kembali di Aceh begitu mau pemilu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden ini juga muncul lagi masalah ini," kata Sutarman.
Sutarman memprediksi intensitas saling serang antar anggota partai politik akan semakin tinggi menjelang pemilu. Namun dia berharap para politisi bisa lebih dewasa menghadapi persaingan. "Ini (kekerasan) pembelajaran politik yang mesti diambil," ujarnya.
Jenderal bintang empat itu mengakui Aceh masuk dalam zona rawan kekerasan bersama Papua dan Poso. Bahkan, Sutarman mengatakan kekerasan di Aceh lebih memiliki unsur politis ketimbang di Papua dan Poso. "Papua, Poso masuk rawan konflik. Tapi konfliknya bukan politis beda dengan Aceh," imbuhnya.
Ia pun telah memerintahkan Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas kasus tersebut. "Saya sudah instruksikan diharapkan segera terungkap," katanya.
Sebelumnya diberitakan, insiden berdarah jelang Pemilihan Umum (Pemilu) kembali terjadi. Kali ini menimpa Caleg DPRK Aceh Selatan daerah Pemilihan Sawang-Meukek, yang maju jalur Partai Nasional Aceh (PNA). Korban yang disebut-sebut bernama Faisal SE (40), warga Ujong Kareng, Kecamatan Sawang, tewas d itempat setelah diberondong dengan senjata laras panjang oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Gonong Seumancang, Desa Ladang Tuha, Keucamatan Meukek tepatnya di perbatasan Kecamatan Meukek-Kecamatan Labuhan Haji.
Informasi yang dihimpun Serambi (Tribunnews.com Network) di lokasi kejadian, korban yang menggunakan Honda Freed BK 1181 0N melaju daerah Blangpidie, Aceh Barat Daya menuju Sawang, Aceh Selatan, sesampai di kawasan Gonong Seumancang, Desa Ladang Tuha, Keucamatan Meukek korban langsung diberondong oleh pelaku yang diduga lebih dari satu orang.
"Bunyi letusan sebanyak 40 kali," kata salah seorang warga Meukek yang ditanyai Serambi di lokasi kejadian.
Warga mensinyalir, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 20.45 WIB saat listrik sedang padam di kawasan tersebut. Kuat dugaan warga, korban memang sudah sejak dari awal dibuntuti pelaku. Sebab kejadiannya persis di kawasan bengkolan Gunung Gonong Seumancang, Desa Ladang Tuha yang kondisinya terlihat sepi.
"Korban yang sudah tak bernyawa langsung dilarikan ke RSUD dr Yulidin Away Tapaktuan," jelas warga di lokasi kejadian.