Calon Presiden 2014
Megawati-Jokowi-Jusuf Kalla, Pemimpin Indonesia Baru
Sejarah akan mencatat, akhirnya bangsa Indonesia menggantungkan harapan pada kebesaran jiwa Megawati
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mayoritas rakyat di seluruh pelosok nusantara tentu menyadari bahwa hanya masalah waktu bagi sang negarawan yang memegang teguh ideologi bangsa, Megawati Soekarnoputri bersama duet Jokowi-Jusuf Kalla, berada didepan memimpin bangsa dan negara.
“Sejarah akan mencatat, akhirnya bangsa Indonesia menggantungkan harapan pada kebesaran jiwa Megawati Soekarnoputri, sosok Ibu bangsa yang lugas sikapnya dan teguh pendiriannya, untuk mendukung Jokowi-Jusuf Kalla menjadi pemimpin Indonesia baru,” ujar Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Menurut Johan, kehadiran dan peran sentral Megawati Soekarnoputri sang Ibu bangsa masih sangat dibutuhkan untuk memperkuat duet pemimpin Indonesia baru Jokowi-Jusuf Kalla, dalam menyelamatkan masa depan bangsa dan negara.
Postur negarawan seorang Megawati Soekarnoputri akan selalu mengingat ajaran "Jas Merah" dari ayahanda tercinta, Bung Karno sang Proklamator. Kematangan dan kedewasaan berpolitik sang ideolog Megawati Soekarnoputri telah merekam dengan baik "tsunami politik" yang dialami SBY bersama Boediono.
“Masih ada sebagian elite bangsa yang belum menyadari bahwa sosok Megawati yang sekarang sudah menjelma menjadi pemimpin politik yang sangat cerdas, matang, kenyang dengan asam garam intrik politik. Politik di Indonesia sekarang ini memang sangat pragmatis. Begitu SBY dengan Partai Demokrat berkuasa, ibarat gula maka banyak semut yang datang mengerubungi.”papar Johan.
Lebih lanjut Johan mengatakan, sejarah bangsa juga mencatat bahwa akhirnya SBY dan Partai Demokrat menuai badai politik. Fenomena seperti ini tentunya sulit terjadi pada Megawati dan PDIP. Sosok negarawan tulen seperti Megawati Soekarnoputri, bukanlah tipe pemimpin yang gila hormat. Mbak Mega tidak suka dipuja-puji, apalagi melakukan segala cara demi meraih dan mempertahankan kekuasaan.
‘Segenap komponen bangsa tentu berharap, keteguhan hati dan kekokohan sikap Megawati sang Ibu Bangsa, akan diwujudkannya dengan mendukung dan selalu mendampingi duet pemimpin, Jokowi-Jusuf Kalla,” kata Johan.
Terkait pemilu legislatif dan pilpres, Johan mengatakan, seluruh komponen bangsa perlu mengawal, mengawasi dan mendukung terselenggaranya Pemilu dan Pilpres yang aman, jujur dan adil. Kita semua percaya bahwa TNI dan Polri akan netral dan tidak memihak, rukun bersatu untuk mewujudkan Pemilu dan Pilpres 2014 yang aman, jujur dan adil. Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa tidak akan pernah ada kekacauan dan kerusuhan di negeri ini, selama TNI dan Polri solid bersatu.
Presiden SBY kata Johan, pasti selalu mengingat bahwa ia telah berhutang budi kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. Bangsa Indonesia harus memberikan penghargaan kepada Presiden Megawati Soekarnoputri yang telah berhasil memberikan contoh dan teladan kepada Presiden SBY, bagaimana caranya menyelenggarakan Pemilu dan Pilpres pada tahun 2004 yang aman, jujur dan adil. Sejarah bangsa Indonesia dan seluruh dunia akan mencatat, apakah Presiden SBY layak dikenang sebagai seorang pemimpin, bukanlah seorang pecundang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/megawati-berorasi-di-kampus-ui.jpg)