Emron Gelar Pertemuan di Crowne Saat SDA Kumpulkan DPW Di JS.Luansa
Pertemuan di Crowne adalah inisiatif nya, tujuannya adalah untuk silaturahmi sekaligus mendengar pandangan para ketua DPW tentang wacana koalisi.
Editor:
Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali (SDA), menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PPP di Hotel JS.Luwansa, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Namun di saat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PPP, Emron Pangkapi, menggelar pertemuan di Hotel Crowne.
Emron saat dihubungi TRIBUNnews.com mengatakan pertemuan di Crowne adalah inisiatif nya, tujuannya adalah untuk silaturahmi sekaligus mendengar pandangan para ketua DPW tentang wacana koalisi.
"Pertemuan ini inisiatif saya, ada dua puluh empat DPW," katanya.
Padahal di Hotel JS.Luansa SDA menggelar pertemuan dengan tujuan yang sama, yakni silaturahmi dan mendengar pandangan dari puluhan ketua DPW yang memenuhi undangan SDA.
Saat ditanya mengapa Emron justru menggelar pertemuan terpisah dari pertemuan yang digelar SDA, Emron enggan menjawab.
Sebelumnya partai berlambang Ka'bah itu sempat dilanda kekisruhan. Dukungan SDA terhadap Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memancing sejumlah kader untuk menentang, salah satunya adalah Emron.
Para penentang SDA akhirnya menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) untuk mencopot sementara SDA, dan menganggap dukungan terhadap Prabowo tidak pernah ada.
Kisruh tersebut akhirnya reda setelah Ketua Majelis Syariah PPP, KH.Maimoen Zubair menggelar forum islah.
Kewenangan SDA sebagai ketua umum dikembalikan, namun dukungan terhadap Partai Gerindra tetap dianggap tidak pernah ada.
Ketua DPW Jawa Barat, Rahmat Yasin yang sempat mengusung penentangan terhadap SDA saat dihubungi terpisah ia mengaku hadir di pertemuan yang digelar Emron.
Ia menyangkal bila PPP disebut kisruh, karena SDA dan Emron menggelar pertemuan yang berbeda di waktu bersamaan.
"(Acara SDA) tidak formal, siapapun boleh datang siapapun boleh tidak datang, jadi tidak ada masalah," katanya. (NURMULIA REKSO PURNOMO).