IPW: Akpol 81 dengan Akpol 83 Berseteru Akibat Pertikaian Pilpres
pertikaian di Pilpres 2014 telah membuat konflik yang tajam di internal Polri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan, pertikaian di Pilpres 2014 telah membuat konflik yang tajam di internal Polri. Puncak perseteruannya terjadi antar Akpol 81 dengan Akpol 83.
Perang dingin ini merupakan terburuk dari konflik yang pernah terjadi di internal Polri sebelumnya. Sebab diwarnai aksi ganjal-mengganjal.
"IPW menyayangkan terjadinya perang dingin antar elit Polri ini. Buah dari perang dingin ini terlihat dari penyusunan perwira yang akan dimutasi dalam waktu dekat ini. Sejumlah perwira
Akpol 81 disusun akan menempati berbagai posisi strategis. Padahal, sebagian dari mereka akan pensiun dalam waktu 4 atau 6 bulan ke depan," ungkap Neta.
"Bahkan ada bintang satu yang bermasalah ditempat tugasnya, kemudian dicopot akan menempati posisi strategis bintang dua mantap. Lalu, ada kapolda yang baru 3 bulan menjabat akan menduduki posisi bintang tiga," katanya.
Penyusunan mutasi kali ini, lanjut Neta, mendapat cibiran dari sejumlah petinggi (pati) Polri. Mereka menganggap mutasi kali ini sebagai "panen raya" akpol 81, terutama bagi yang akan pensiun.
Posisi yang akan dipegang akpol 81 antara lain Kapolda Kaltim, Wakabareskrim, Deputi SDM, dan
Kabaintelkam. Sementara yang akan dimutasi adalah Gubernur Akpol, Kapolda Sumut, Kapolda Jatim, Kapolda Metro, Kapolda Riau, Kakorlantas Polri, dll.
IPW berharap Presiden SBY segera mencermati rencana mutasi Polri ini agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di internal Polri. Untuk itu SBY perlu mengingatkan Kapolri dan Wakapolri tidak terlalu memaksakan pati yang mau pensiun diberi hadiah jabatan strategis.
"Kapolda yang baru menjabat dan belum ada prestasi harus dicegah untuk mendapat posisi bintang tiga. Jika ini dibiarkan, akan terjadi krisis kepercayaan di Polri. Citra dan kinerja Polri akan semakin ambruk akibat ambisi untuk menonjolkan power angkatan," Neta mengingatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140818_110235_topi-polisi18.jpg)