Sabtu, 2 Mei 2026

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

"Sultan Kemnaker" Jual Mobil demi Bayar Noel Ebenezer Rp4 M, Nego Dijawab: Itu Sudah Murah!

Eks Koordinator K3 mengaku jual mobil demi penuhi uang Rp4 M ke Noel Ebenezer. Nego harga ditolak: "Itu sudah murah!" Simak faktanya.

Tayang:
Tribunnews.com/Rahmat Fajar Nugraha
KORUPSI KEMNAKER — Saksi Irvian Bobby Mahendro saat memberikan keterangan dalam sidang dugaan gratifikasi dan pemerasan sertifikasi K3 Kemnaker di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026). Dalam persidangan, eks Koordinator K3 tersebut membeberkan adanya dugaan permintaan uang Rp4 miliar oleh mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel untuk mengamankan pemeriksaan Kejaksaan. 

Ringkasan Berita:
  • Saksi Irvian Bobby Mahendro mengungkap total aliran dana Rp4 miliar kepada mantan Wamenaker Noel Ebenezer untuk "mengamankan" kasus di Kejaksaan.
  • Bobby mengaku terpaksa menjual mobil pribadinya senilai Rp1,5 miliar karena negosiasi angka penyelesaian perkara yang diminta Noel menemui jalan buntu.
  • Selain uang tunai, Noel juga diduga menerima gratifikasi motor mewah Ducati Scrambler seharga Rp600 juta yang dikirim menggunakan jasa pengangkutan (towing).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Fakta mencengangkan terkait dugaan praktik lancung di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).

Eks Koordinator K3 Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, membongkar dugaan aliran dana Rp4 miliar ke kantong mantan Wamenaker RI, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer.

Bobby bersaksi untuk terdakwa Noel, Fahrurozi (eks Dirjen Binwasnaker), serta pihak swasta dari PT KEM Indonesia.

Menariknya, Bobby yang juga berstatus terdakwa dalam skandal sertifikasi K3 periode 2021-2025 ini, membeberkan rincian aliran uang tersebut di hadapan majelis hakim.

Sosok yang dijuluki "Sultan Kemnaker" ini bahkan mengungkap pengorbanan pribadinya yang terpaksa menjual aset demi memenuhi permintaan dana.

Uang tersebut diklaim Noel sebagai biaya untuk "menyelesaikan" pemeriksaan perkara di Kejaksaan.

Negosiasi Alot: "Itu Sudah Murah"

Drama ini bermula saat muncul surat pemeriksaan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari pihak Kejaksaan. 

Bobby mengaku dihubungi Noel dan diminta menghadap ke ruang kerjanya.

Di sana, Noel menunjukkan sebuah lembar disposisi (instruksi tertulis pejabat) di ponselnya dan mengklaim bisa membantu agar pemeriksaan tersebut tidak berlanjut.

"Saya diminta untuk memenuhi hal tersebut supaya tidak berlanjut. Pada saat itu saya menanyakan caranya," ujar Bobby di hadapan majelis hakim.

Noel lantas diduga mematok angka sebesar Rp3 miliar.

Bobby sempat mencoba menawar agar nominal tersebut dikurangi, namun jawaban Noel justru mengejutkan.

"Saat itu saya minta negosiasi angkanya tidak sebesar tersebut. Noel menjawab, 'Itu sudah murah,'" ungkap Bobby menirukan perkataan sang mantan Wamenaker.

Baca juga: KPK Rampas 2 Apartemen Mewah Pasutri Eks Bupati Probolinggo, Diserahkan ke Lemhannas

Jual Mobil demi Genapi Miliaran Rupiah

Demi menutupi kekurangan pembayaran tersebut, Bobby mengumpulkan dana dari berbagai sumber, termasuk dari terdakwa Sekarsari sebesar Rp1,2 miliar dan Supriadi sebesar Rp300 juta.

Namun, angka tersebut belum mencukupi tuntutan Rp3 miliar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved