Jumat, 10 April 2026

Hari Antikorupsi Sarat Makna, Harapan Tertumpu Pada Jokowi-JK

Berangkat dari realitas tersebut, harapan lahirnya generasi antikorupsi juga tak pernah padam.

Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Rendy Sadikin
Tribunnews.com/Edwin Firdaus
Sejumlah karikatur koruptor dipajang di Museum Nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari antikorupsi dinilai bukan hanya sekadar hari raya tapi sesuatu yang menyimpan makna. Ada bentuk kesadaran maupun keprihatinan dunia terhadap dunia kejahatan luar biasa ini.

Peneliti divisi hukum dan monitoring keadilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Aradila Caesar mengatakan bangsa Indonesia tak berdiri sendiri dalam memerangi kejahatan tersebut. Berangkat dari realitas tersebut, harapan lahirnya generasi antikorupsi juga tak pernah padam.

"Ada generasi muda yang ambil bagian dalam pesta demokrasi lalu juga berimplikasi pada kewajiban generasi muda untuk turut mengawal pemerintah baru agar mampu melaksanakan tujuan bernegara, disamping juga pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Aradila.

Dalam rangka hari anti korupsi yang jatuh pada 9 Desember 2014 beberapa waktu lalu, ICW mengadakan kegiatan demokrasi tanpa korupsi dengan mengusung tema "Membangun kesadaran, mengawal pemerintah". Acara itu dilangsungkan sejak pagi tadi di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Pihaknya menghadirkan dan memberikan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak melalui serangakaian mini games, menggambar, dan para siswa SD mengikuti talk show bertema '1001 cara anak muda lawan korupsi'. Para siswa-siswi itu nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Selain juga, panitia penyelenggara memajang karikatur pelaku koruptor di tempat acara, agar para siswa mengerti bahwa korupsi sudah dilakukan orang-orang lintas profesi, mulai dari anggota parlemen, politisi, PNS sampai hakim.

Sedikitnya, ada lima para koruptor telah dipajang ICW, di antaranya, Angelina Sondakh (Angie), Nazaruddin, Luthfi Hasan Ishak, Gayus Tambunan, Akil Mochtar dan

Aradila yang juga selaku panitia acara berujar, bahwa ada secercah harapan lahir kala beberapa bulan lalu Indonesia menghelat pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden.

Menurutnya, para generasi muda kala itu turut aktif dan ambil bagian dalam berbagai proses transisi kepemimpinan dalam menjunjung nilai demokrasi. Oleh sebab itu, pihaknya mempunyai harapan agar pemerintahan saat ini yang dipimpin Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla serius dalam memberantas kasus korupsi.

"Sangat besar harapan yang tertumpu pada pemerintah baru, agar diharapkan mampu dan berani tanpa pandang bulu memberantas korupsi. Kita tak sendiri, berdiri berkomitmen dan melawan adanya korupsi," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved