Sabtu, 11 April 2026

Jokowi Harusnya Turunkan Harga Sembako Sebelum Naikkan BBM

Anggota Komisi V DPR Agung Budi Santoso menilai kenaikan harga BBM tersebut seharusnya ditunda ditengah kondisi ekonomi masyarakat.

Editor: Gusti Sawabi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang cabai tengah melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, CIPANAS - Pemerintah Joko Widodo- Jusuf Kalla akhirnya kembali menaikkan harga Bahan Bakar‎ Minyak (BBM). Anggota Komisi V DPR Agung Budi Santoso menilai kenaikan harga BBM tersebut seharusnya ditunda ditengah kondisi ekonomi masyarakat.

‎"Sebaiknya jangan naik dululah, ini kan sudah sulit," kata Agung di Hotel Novus Giri, Cipanas, Jawa Barat, Minggu (29/3/2015).

Agung mengaku saat reses mendapatkan masukan dari masyarakat. Ia mengatakan warga mengeluhkan naiknya harga beras serta gas. Politisi Demokrat itu meminta pemerintah dapat menurunkan harga sembako terlebih dahulu.

"Itu dibenahin dululah, bagaimana caranya kita serahkan ke pemerintah. Saya yakin pemerintah punya cara dan metode yang baik. Masalah itu belum selesai, BBM sudah naik, kasihan juga," ungkapnya.

Menurut Agung berubahnya harga BBM mengikuti pasar internasional juga dikeluhkan pengusaha. Sebab, pengusaha sudah menganggarkan BBM sebagai ongkos produksi.

"Kalau ini tiap bulan berubah jadi berat juga, pengusaha juga berat, kalau BBM naik lalu turun mungkin ada keuntungan, tapi kalau turun terus naik, dianggarkan ongkos murah terus naik, itu rugi, bahan-bahan naik kan repot. Jangan terlalu sering, lah," imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemerintah kembali menaikkan harga BBM jenis premiun dan solar sebesar Rp 500 per liter mulai Sabtu (28/3/2015) pada pukul 00.00 WIB. Keputusan kenaikan ini dikarenakan meningkatnya harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Tags
harga BBM
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved