Sabtu, 11 April 2026

Fahri Sebut Pemerintah Tidak Paham Manfaat Dana Parpol

Fahri mengatakan, seharusnya pemerintah tidak buru-buru melempar wacana kenaikan dana partai politik kalau tidak memiliki konsep yang jelas

Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Anggota DPRD Papua Jack Komboy, Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Hasya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz di ruang pimpinan DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (29/5/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut pemerintah tidak memahami manfaat anggaran bantuan partai politik.

"Negara manapun di dunia ini kalau mau berantas korupsi politik hilang itu sederhana. Nah ini enggak pernah juga diomongin sama KPK. Jadi enggak ngerti," ujar Fahri saat hadir dalam acara buka puasa bersama Partai Perindo di DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Fahri mengatakan, seharusnya pemerintah tidak buru-buru melempar wacana kenaikan dana partai politik kalau tidak memiliki konsep yang jelas.

"Karena memang pemerintah tidak pernah ngomong pakai konsep. Pemerintah harusnya punya konseptual, jangan gerabak-gerubuk," ucap Fahri.

Diberitakan sebelumnya, awalnya pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggulirkan wacana kenaikan dana bantuan Partai politik pada bulan Maret 2015.

Namun belakangan usulan tersebut dicabut sendiri oleh Tjahjo. Alasannya, anggaran yang diwacanakan Rp1 triliun tersebut mendapat penolakan dari banyak pihak.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved