Selasa, 7 April 2026

20 Ribu Guru Honorer dan Buruh Bersatu Kepung DPR dan Istana

Sebanyak 20 ribu guru honorer dan buruh akan berunjuk rasa selama dua hari di DPR-MPR, Kementerian PAN dan RB, Kemendikbud, dan Istana Negara.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Y Gustaman
Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistyo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 20 ribu guru honorer, sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, Selasa (15/9/2015), berunjuk rasa di gerbang utama gedung DPR-MPR di Jalan Gatot Subroto.

Ketua Umum PB-PGRI, Sulistyo, mengatakan mereka guru honorer akan menyampaikan tuntutan. Ada tiga anggota Komisi II DPR yang turut berorasi bersama guru di antaranya Arteria Dahlan dari PDI Perjuangan, Bambang Riyanto dari Gerindra dan Muhammad Lukman Edy dari PKB. Rencananya elemen buruh pun ikut berorasi.

"Kami sudah melakukan hubungan dengan mereka, insya Allah bisa terlaksana dan mereka berkenan untuk mengisi orasi," ujar Sulistyo di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).

Setelah menggelar orasi di gedung DPR-MPR, guru dan buruh melanjutkan perjalanan ke Kementerian PAN dan RB. Di sana mereka akan berorasi hingga pukul 17.00 WIB.

Hari berikutnya, 16 September, aksi buruh akan terpusat di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Guru honorer dan para buruh akan berunjuk rasa pukul 10.00 WIB, setelah itu menuju Istana Negara melewati Patung Arjuna Wiwaha menjelang siang.

Sulistyo memastikan sudah menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian untuk berkoordinasi terkait unjuk rasa guru honorer selama dua hari. Para guru honorer sudah mengantongi izin unjuk rasa.

Elemen guru yang akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi di antaranya dari Pengurus Besar PGRI, Forum Honorer K2 Indonesia, dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia pimpinan Said Iqbal.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved