Senin, 1 Juni 2026

Kabut Asap

Pebisnis Sumatera dan Kalimantan Dibekap Kabut Asap

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia dua bulan belakangan ini adalah tragedi kemanusiaan dan ekonomi.

Tayang:
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah umat muslim melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (1/11/2015). Salat yang dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal H. Hasanudin Sinaga tersebut bertujuan untuk meminta hujan, khususnya bagi daerah yang mengalami kebakaran hutan dan kabut asap. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Adapun sektor perdagangan, hotel dan makanan, mengalami penurunan omzet hingga sebesar 30 persen.

Penurunan omzet ini karena minimnya kunjungan wisatawan ke Riau karena tidak adanya penerbangan ke Pekanbaru.

Di sektor pendidikan, dan jasa kesehatan, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 miliar.

Kerugian akibat asap ini juga merambat hingga sektor perkebunan kelapa sawit, jasa konstruksi hingga perbankan.

Yang pasti, total kerugian negara akibat bencana asap di Kalimantan dan Sumatera ditaksir lebih dari Rp 20 triliun.

Perkiraan ini diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga saat ini BNPB sudah menghabiskan dana Rp 500 miliar untuk menangani kabut asap.(Handoyo)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved