Kabut Asap
Pebisnis Sumatera dan Kalimantan Dibekap Kabut Asap
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia dua bulan belakangan ini adalah tragedi kemanusiaan dan ekonomi.
Adapun sektor perdagangan, hotel dan makanan, mengalami penurunan omzet hingga sebesar 30 persen.
Penurunan omzet ini karena minimnya kunjungan wisatawan ke Riau karena tidak adanya penerbangan ke Pekanbaru.
Di sektor pendidikan, dan jasa kesehatan, kerugian ditaksir mencapai Rp 20 miliar.
Kerugian akibat asap ini juga merambat hingga sektor perkebunan kelapa sawit, jasa konstruksi hingga perbankan.
Yang pasti, total kerugian negara akibat bencana asap di Kalimantan dan Sumatera ditaksir lebih dari Rp 20 triliun.
Perkiraan ini diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga saat ini BNPB sudah menghabiskan dana Rp 500 miliar untuk menangani kabut asap.(Handoyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/salat-istisqa-meminta-turun-hujan-di-masjid-istiqlal_20151101_221503.jpg)