Jumat, 29 Agustus 2025

Prahara Partai Golkar

Jusuf Kalla Tidak Setuju Calon Ketua Umum Golkar Dipungut Biaya Rp 20 Miliar

Iuran tersebut ditujukan untuk menghindari praktik politik uang.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie bersama Wapres Jusuf Kalla melakukan jumpa pers usai acara penutupan Rapimnas Partai Golkar, di Jakarta Pusat, Senin (25/1/2016). Pada penutupan tersebut, menghasilkan Partai Golkar mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK dan akan segera melaksanakan Munaslub. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku sudah tahu gagasan untuk menarik iuran sebesar Rp 20 miliar kepada setiap calon Ketua Umum Partai Golkar.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menilai gagasan tersebut tidak seharusnya direalisasikan.

"Ya jangan begitulah," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2016).

Gagasan tersebut awalnya dilontarkan oleh Ketua Organizing Committee (OC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Zainudin Amali.

Iuran tersebut ditujukan untuk menghindari praktik politik uang.

Namun banyak pihak mengecam gagasan itu.

Bahkan Sekjen DPP Partai Golkar yang juga berniat maju menjadi calon ketua umum, Idrus Marham, mengaku sama sekali belum dilaporkan.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan