Breaking News:

Prahara Partai Golkar

Qodari: Politisi Tangguh, Dilawan Tujuh Calon Setnov Tetap Menang

Saya mengapresiasi perjalanan Munaslub Partai Golkar yang demokratis

Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar telah selesai dengan terpilihnya Setya Novanto (Setnov) menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2014-2019.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, terpilihnya Novanto pada Munaslub kali ini, benar-benar menunjukkan Novanto sebagai politisi Golkar yang tangguh, karena dari proses pemilihan yang berlangsung pada Selasa dini hari, ia berhasil menumbangkan tujuh lawan lainnya.

"Padahal jika dirunut pada Munas Golkar sebelumnya, seorang calon ketua umum biasanya tumbang jika dikeroyok oleh banyak calon. Sebagaimana yang terjadi pada Munas Golkar 2004 yang menumbangkan Akbar Tandjung dan memenangkan Jusuf Kalla," kata M Qodari, di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Menurut Qodari, setelah terpilih ini, tugas Novanto selanjutnya adalah membuktikan dan memastikan bahwa program-program yang sudah dicanangkan bisa dimplementasikan untuk kepentingan konsolidasi partai Golkar dan menjemput kemenangan baik pada pilkada 2017, 2018, maupun pada pemilu 2019 nanti.

Sementara itu, pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin menilai Munaslub kali ini berlangsung sangat demokratis dan elegan.

Semua proses politik dilalui dengan baik dan lancar. Ini menunjukkan Partai Golkar semakin matang di tengah derasnya dinamika dan badai yang terus menerpa.

"Saya mengapresiasi perjalanan Munaslub Partai Golkar yang demokratis, elegan dan semua proses serta prosedur dilalui. Semua calon juga tidak ada yang keberatan dan mengikuti semua proses yang ada. Ini luar biasa," katanya.

Seperti diketahui, Novanto memperoleh suara sebanyak 277 dan Ade Komarudin 173 suara pada voting tertutup di Nusa Dua, Bali, Selasa (17/5/2016) pagi.

Perolehan suara Akom menembus 30 persen dari 554 suara di bawah Novanto yang sudah terlebih dulu memenuhi persyaratan untuk lolos itu. Seharusnya, putaran kedua dipastikan terjadi. Namun Akom memilih untuk legowo mundur.

Dengan demikian Novanto terpilih secara aklamasi tanpa pemungutan suara kedua, karena Ade Komarudin menyatakan legowo 'kalah' dari gelanggang pemilihan.

Akom menyatakan akan memberi dukungan penuh bagi kepengurusan Novanto yang terpilih memimpin Golkar pada periode 2014-2019.

"Saya dan rekan-rekan saya akan memberikan support kepada Pak Novanto dan nantinya kepada pengurusnya untuk kebesaran Partai Golkar. Saya dan istri saya mengucapkan selamat kepada Pak Novanto untuk kebesaran Partai Golkar," kata Akom.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved