Hukuman Kebiri

Pemuda Muhammadiyah Sebut Perppu Kebiri Jalan Keluar Instan

Tentu kita apresiasi upaya pemerintah menekan angka kekerasan seksual pada anak

Pemuda Muhammadiyah Sebut Perppu Kebiri Jalan Keluar Instan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aktivis dari berbagai elemen menggelar aksi Panggung Rabu #SisterInDanger di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/5/2016). Dalam aksinya mereka menyerukan pemerintah agar segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tanpa hukuman kebiri dan hukuman mati. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengapresiasi upaya pemerintah menekan angka kekerasan seksual terhadap anak.

Namun, Virgo Sulianto Gohardi, Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah menilai Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak adalah langkah instan.

"Tentu kita apresiasi upaya pemerintah menekan angka kekerasan seksual pada anak. Perppu ini kami anggap sebagai jalan keluar instan, tentu ada kelebihan dan kekurangannya," ujar Virgo kepada Tribunnews.com, Kamis (26/5/2016).

Karena itu, menurutnya, mestinya jalan keluar bagi maraknya kekerasan terhadap anak-anak yang diambil pemerintah tidak hanya menghukum pelaku.

"Tapi juga menghukum "bisikan-bisikan" lain yang selama ini memotivasi pelaku. Misalnya tontonan yang justru jadi tuntunan, seperti program TV kita yang tidak mendidik juga jadi "pembisik" pelaku," ujarnya.

Ditambah lagi katanya, semakin tidak adanya keamanan jaringan internet terhadap konten-konten berbau pornografi.

"Kebijakan menutup akses konten-konten porno selama-selamanya itu sangat penting," ucapnya.

Selain itu, katanya, kesadaran dan peran kolektif masyarakat melindungi anak anak dari predator seksual anak.

Jokowi menandatangani Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pelindungan Anak sebagai perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu tersebut memuat diantaranya sanksi tegas berupa hukuman lima tahun penjara hingga hukuman mati dan denda maksimal Rp 300 juta hingga Rp 5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved