Ketua Komisi I Sebut Kinerja Kepala BIN Belum Maksimal
Anggota Komisi I mengharapkan BIN mampu mempertajam kemampuannya, sehingga mampu mengantisipasi seluruh teror yang akan terjadi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso dinilai belum memuaskan.
Pasalnya, masih banyak aksi teror yang terjadi di Indonesia. Misalnya, ledakan bom di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah.
Demikian dikatakan, Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari ketika dihubungi, Jumat (15/7/2016).
"Dalam setiap rapat seluruh anggota Komisi I mengharapkan BIN mampu mempertajam kemampuannya, sehingga mampu mengantisipasi seluruh teror yang akan terjadi. Kembali lagi ketika masih ada teror terjadi, kejahatan terjadi, berarti intelijen masih belum bisa maksimal," kata Kharis.
Ia menilai kinerja intelijen bisa dikatakan sukses apabila mampu menggagalkan seluruh rencana terorisme.
Artinya, kalau masih ada yang kecolongan dengan aksi teror itu perlu meningkatkan kewaspadaan lagi.
"Kalau kejahatan itu tidak terjadi, mampu diantisipasi oleh intelijen, itu baru intelijen sukses. Kalau masih terjadi berarti intelijen masih gagal," kata Politikus PKS itu.
Apalagi, Kharis mengatakan Presiden Jokowi mengangkat Mantan Kepala BNN Gories Mere sebagai Staf Khusus Presiden bidang intelijen.
Hal itu untuk memperkuat Sutiyoso jika kinerjanya dipertanyakan dalam bidang intelijen di negara ini.
"Saya kira di Indonesia seluruh lembaga intelijen itu dikoordinasikan oleh BIN dan BIN dipimpin oleh seorang Kepala BIN dalam hal ini Pak Sutiyoso. Mestinya Presiden gampang tinggal panggil Kepala BIN kalau untuk urusan intelijen, tidak perlu lah dibentuk orang atau untuk menangani ini," tuturnya.