Pilpres 2019

Dukung Jokowi, Agung Laksono: Apa Salahnya Golkar?

Jika ingin mendorong Jokowi maju kembali menjadi presiden, calon wakilnya harus dipilih lewat jalan survei.

Dukung Jokowi, Agung Laksono: Apa Salahnya Golkar?
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Menkopolhukam Luhut Panjaitan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golongan Karya (Golkar( Agung Laksono) menilai tidak terlalu cepat dukungan yang diberikan partai berlambang beringin tersebut kepada Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Karena sudah disampaikan selama ini, saya kira ngga ada salahnya, tinggal bagaimana itu penguatan kapasitas kinerja pemerintah. Bagaimana program-program supaya sukses dan betul-betul elektabilitas Jokowi tetap tinggi," kata Agung kepada wartawan di halalbihalal Kosgoro 1957, Minggu (24/7/2016) malam.

Agung menyebutkan, jika ingin mendorong Jokowi maju kembali menjadi presiden, calon wakilnya harus dipilih lewat jalan survei.

"Namun untuk pasanganya sebaiknya survei, jadi bukan langsung begitu saja. Yang terbaik untuk dampingi beliau," kata Agung.

Diberitakan sebelumnya, DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Jakarta pada 26 sampai 28 Juli 2016. Rencananya, rapimnas ini mematangkan rekomendasi hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar Bali yang diantaranya mendukung Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto mengatakan partainya akan menyatakan dukungan kepada Jokowi sebagai bakal calon Presiden RI dari Partai Golkar pada 2019 mendatang. Ada beberapa alasan partai berlambang pohon beringin ini mendukung Jokowi.

"Pertama elektabilitasnya Pak Jokowi masih tinggi, belum ada figur lainnya yang menyaingi Pak Jokowi," kata Novanto, Rabu (20/7/2016).

Menurutnya ada kesamaan program-program yang dicanangkan Jokowi dalam hal pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur dengan visi kesejahteraan 2045 Partai Golkar.

"Golkar akan kami jadikan partai modern dan mengusung semangat rekonsiliasi mulai tingkat pusat hingga ke desa," ujarnya.

Hal ini juga ditegaskan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan dalam rapimnas nanti menegaskan mandat rekomendasi Munaslub Golkar untuk melakukan komunikasi politik dengan Presiden Jokowi.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved