Polemik HTI

Perbedaan HTI dengan ISIS

HTI mengupayakan berdirinya kekhalifahan melalui jalan dakwah, sementara ISIS melakukannya melalui aksi teror.

Perbedaan HTI dengan ISIS
Tribun Timur/Fahrizal Syam
Sejumlah massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terlibat bentrok dengan massa Barisan Serba Guna (Banser) Gerakan Pemuda Ansor, di Jl Jenderal Sudirman Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (16/4/2017). TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) salah satu tujuannya adalah mendirikan sistem khilafah di Indonesia, melalui jalan dakwah.

Khilafah adalah sistem kepemimpinan umum sesuai ajaran Islam.

Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), juga memiliki tujuan serupa, mendirikan kekhalifahan.

Namun menurut pengamat terorisme, Al Chaidar, tidak adil jika HTI disamakan dengan ISIS, hanya karena tujuannya sama-sama mendirikan kekhalifahan.

Ia menegaskan, cara yang ditempuh keduanya tidak sama.

HTI mengupayakan berdirinya kekhalifahan melalui jalan dakwah, sementara ISIS melakukannya melalui aksi teror.

"HTI itu menggunakan cara dakwah, kalau ISIS itu menggunakan cara-cara teror dan kekerasan," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com.

Dengan demikian, tidak perlu juga keberadaan HTI dikhawatirkan sama seperti mengkhawatirkan keberadaan kelompok teror.

Al Chaidar menyebut walaupun ada sejumlah kasus di mana anggota Hizbut Tahrir melompat ke kelompok ISIS, hal itu tidak bisa dijadikan dasar bahwa ada kecenderungan anggota HTI untuk masuk kelompok teror.

"Itu kasuistis. Anggota Hizbut Tahrir di London, Aljazair, di Yordania, ada yang ikut kelompok ISIS. Mereka biasanya tidak bertahan lama, karena beda budaya, yang satu budaya dakwah yang satu lagi budaya kekerasan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved