Senin, 8 Juni 2026

Polemik HTI

Pemerintah Pikirkan Opsi Terbitkan Perppu untuk Percepat Pembubaran HTI

Kejaksaan Agung menyarankan agar diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mempercepat upaya pembubaran HTI.

Tayang:
Editor: Sanusi
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
AKSI DAMAI - Ribuan jamaah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Jawa Timur saat long march menuju Mapolda Jatim, Jl A Yani untuk menggelar aksi damai menuntut penuntasaan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (4/11). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Bentuknya tiga kali peringatan tertulis.

Pasal 64 UU Ormas menyebutkan, jika surat peringatan ketiga tidak digubris, pemerintah bisa menghentikan bantuan dana dan melarang sementara kegiatan mereka selama enam bulan.

Dengan catatan, jika ormas tersebut berskala nasional, harus ada pertimbangan Mahkamah Agung.

Namun, jika sampai 14 hari tidak ada balasan dari Mahkamah, pemerintah punya wewenang menghentikan sementara kegiatan mereka.

Dalam Pasal 68, jika ormas masih berkegiatan padahal sudah dihentikan sementara, pemerintah bisa mencabut status badan hukum mereka, asal mendapat persetujuan dari pengadilan.

Untuk membubarkan ormas, pemohon adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia.

Pengajuannya harus melewati kejaksaan untuk diteruskan ke pengadilan negeri sesuai dengan domisili ormas.

Sanksi administratif yang pernah dilayangkan, wajib disertakan sebagai alat bukti. Jangka waktu sidang adalah 60 hari, terhitung sejak tanggal permohonan dicatat di pengadilan.(Moh. Nadlir)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved