Breaking News:

Ramadan 2017

Ancaman Mogok Sopir Truk Tangki BBM Bermuatan Politis

Banyak pihak memanfaatkan isu ini untuk kepentingan sendiri. Tidak hanya DPR tetapi juga LSM

capture video
Lantaran dipecat secara sepihak oleh perusahaan, sejumlah pengemudi truk tangki BBM PT Pertamina berunjuk rasa dan melakukan mogok kerja. Mereka menuntut kejelasan alasan pemecatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik senior Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai ancaman sopir truk tangki BBM penuh muatan politis.

Pasalnya hal itu dilakukan menjelang Lebaran dimana momen penting dimana puluhan juta masyarakat melakukan mudik.

"Banyak pihak memanfaatkan isu ini untuk kepentingan sendiri. Tidak hanya DPR tetapi juga LSM,” kata Arbi dihubungi wartawan, Jumat (23/6/2017).

Menurut Arbi, dipakainya isu mogok kerja sopir truk tangki memang sangat seksi dan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan politis.

Karena isu tersebut bisa dipersepsikan merugikan sekelompok masyarakat kelas bawah.

“Jadi isu apapun akan dipakai, sepanjang merupakan isu-isu yang populer. Di antaranya terkait rencana mogok kerja sopir truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM),” kata Arbi.

Penggunaan berbagai isu tersebut, lanjut Arbi, tak lepas dari kondisi negeri ini sekarang yang saling menunggangi.

DPR misalnya, mencari popularitas dengan mencari-cari kesalahan pemerintah.

Begitu pula pemerintah, melalui fraksinya di DPR juga mencoba mempengaruhi wakil rakyat.

Bahkan, LSM pun seperti tak mau ketinggalan ikut-ikutan memanfaatkan isu tersebut.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved