6 Fakta Kisah Khamim Setiawan, Jalan Kaki dari Pekalongan Menunaikan Haji ke Tanah Suci
Pemuda lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang ini meninggalkan kampung halamannya di Pekalongan, pada 28 Agustus 2016 lalu.
Editor:
Choirul Arifin
Namun jika ia merasa lelah, Khamim hanya bisa menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer.
2. Berangkat bersama dua rekannya
Pada awal perjalanan, Khamim sebenarnya ditemani oleh dua rekannya yang sama-sama berniat untuk naik haji bersama.
Namun kedua orang rekannya itu menyerah sesampainya perjalanan di Tegal, Jawa Tengah.
Tinggallah Khamim seorang diri melanjutkan perjalanan. Ia sempat dua kali jatuh sakit dalam perjalanannya, yakni saat di Malaysia dan India.
Selama perjalanan itu, Khamim hanya menggunakan madu untuk ketahanan tubuhnya.
3. Perbekalan minim
Dalam perjalanan menuju ke tanah suci, Khamim hanya membawa perbekalan seadanya.
Barang-barang yang ia bawa antara lain adalah, kaos dan celana, dua pasang sepatu, kaus kaki, pakaian dalam, kantung tidur dan tenda, lampu, telepon pintar dan GPS.
Peralatan tersebut dimasukkannya ke dalam tas carrier yang terpasang bendera merah putih di bagian belakangnya.
Khamim juga mengenakan sebuah kaus bertuliskan "I'm on my way to Mecca by foot".
4. Profesi kontraktor
Cara Khamim untuk naik haji ini terbilang tak lazim. Banyak orang memilih untuk naik pesawat atau alat transportasi lainnya untuk menuju ke Mekkah.
Namun, Khamim memilih berjalan kaki bukan karena tak mampu membayar biaya transportasi.
Khamim diketahui merupakan seorang kontraktor. Kini usaha yang telah ditekuninya itu ditinggalkan demi menuju tanah suci.