Pemuda Harus Memulai Tahapan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
Ada kecenderungan Pancasila tidak dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melainkan hanya dihafalkan
“Ide-ide yang dikemukakan Karl Marx pun juga mengesampingkan aspek rohaniah manusia yang sebenarnya juga sangat pokok untuk membangun sebuah masyarakat yang sejahtera,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan konstelasi perekonomian dunia pada saat ini, dominasi kekuatan ekonomi dunia akan menentukan cara berpikir dan berperilaku sebuah masyarakat.
Baik AS dengan kapitalismenya membawa budaya konsumeris ataupun Tiongkok dengan Kapitalisme yang yang disamarkan untuk menutupi ekspansi ideologinya.
Menghadapi kondisi demikian, maka pengejawantahan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat urgen. Pancasila menjadi jalan terbaik dalam mewujudkan masyarakat sejahtera yang juga diidamkan penganut ide Kapitalis maupun Sosialis-Komunis.
Pancasila lebih komprehensif karena tidak menegasikan hubungan manusia dengan Tuhan dan berupaya menciptakan keseimbangan dalam kehidupan.
“Orang bebas melakukan kegiatan ekonominya seperti halnya dalam kapitalisme namun tidak mengingkari kewajiban distribusi pendapatan kepada yang kurang mampu seperti kewajiban zakat dalam ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat adil dan makmur,” katanya.
Di akhir pemaparannya, Cak Imron menyinggung bonus demografi yang akan dihadapi bangsa Indonesia. Hal ini merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk membangun masyarakat sesuai nilai-nilai dalam Pancasila.
Diskusi ditutup pada pukul 17.30 dengan harapan adanya diskusi maupun aksi lanjutan terkait dengan Pancasila dan Kepemudaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lingkar-studi-pancasila-brawijaya_20170916_100531.jpg)