Moeldoko Mengaku Siap Jika Ditarik Masuk Ke Pemerintahan

Pertanyaan tersebut memancing sorakan dan tepuk tangan dari peserta kuliah umum.

Moeldoko Mengaku Siap Jika Ditarik Masuk Ke Pemerintahan
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
Mantan Panglima TNI. Jendral TNI (purn) Moeldoko (kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima TNI. Jendral TNI (purn) Moeldoko, mengaku siap jika ia harus bergabung ke dalam pemerintahan, untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan Indonesia.

Ia menyampaikan pernyataan itu, untuk menjawab salah seorang peserta kuliah umum, di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

"Bagaimana gabung ke pemerintahan, kalau seizin bapak, ya saya laksanakan," ujar Moeldoko dengan nada bercanda, kepada seorang laki-laki paruh baya yang melontarkan pertanyaan tersebut.

Setelahnya, ada seorang perempuan yang mengaku berasal dari Partai Golkar, yang melontarkan pertanyaan, mengenai kesediaan Moeldoko jika diusung sebagai Calon Wakil Presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Baca: Polri Tidak Koordinasi dengan KPK Terkait Agus Rahardjo

Pertanyaan tersebut memancing sorakan dan tepuk tangan dari peserta kuliah umum.

Menanggapi hal itu, Moeldoko membuka jawabannya, dengan melemparkan bahwa moderator kuliah umum tersebut, yakni Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo, adalah orang yang berhak menjawab pertanyaan terkait Calon Wakil Presiden itu.

"Pertanyaan pertama, moderator yang berhak menjwab," ujarnya sembali tertawa.

Usai kuliah umum, oleh wartawan, Moeldoko yang kini aktif di Partai Hanura itu, kembali disuguhi pertanyaan yang sama, yakni mengenai kesiapannya jika diusung sebagai Calon Wakil Presiden. Ia lagi-lagi menjawabnya dengan nada bercanda.

"Aku ra iso njawab (: saya tidak bisa menjawab)," ujarnya sembari tertawa-tawa.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved