Selasa, 14 April 2026

Pemilu 2019

Daftar ke KPU, PDI Perjuangan Diiringi Pawai Kebudayaan

PDI Perjuangan secara resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai parpol calon peserta Pemilu 2019, Rabu (11/10/2017). Prosesi pendaftaran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan secara resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai parpol calon peserta Pemilu 2019, Rabu (11/10/2017). Prosesi pendaftaran PDI Perjuangan ke KPU berlangsung cukup meriah.

Para pengurus partai berlambang banteng moncong putih itu diarak dengan berbagai macam kesenian yang merupakan kekayaan budaya Indonesia.

Mereka berjalan kaki saling beriring-iringan dari Taman Suropati Menteng Jakarta Pusat hingga sampai ke kantor KPU.

Baca: Registrasi Wajib Input KTP dan KK, Operator Selular Angkat Bicara

Tampak para peserta pawai yang mendampingi pengurus DPP PDI Perjuangan mengenakan baju adat bermacam suku yang ada di Indonesia.

Ada pula tari-tarian Sisingaan yang menambah meriah pawai PDI Perjuangan dimana memenuhi ruas jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Pawai tersebut bertambah semarak dengan membahananya suara marching band yang berada di barisan paling depan pawai tersebut.

Terlihat pula sekumpulan pria yang mengendarai sepeda ontel di dalam barisan pawai pengiring pengurus DPP PDI Perjuangan untuk menuju KPU tersebut.

Baca: Registrasi Wajib Input KTP dan KK, Operator Selular Angkat Bicara

Pawai tersebut bertambah beragam dengan kehadiran sekelompok orang yang memainkan rebana atau kerap disebut marawisan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, pawai kebudayaan sengaja ditampilkan pihaknya dalam prosesi mendaftar ke KPU. Menurutnya, pawai kebudayaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap beragam budaya yang ada di Indonesia.

"Kami tampilkan seluruh kebudayaan Indonesia mewakili seluruh provinsi dalam bentuk ekspresi kebudayaan melalui pakaian-pakaaian daerah yang sangat luar biasa," kata Hasto.

Hasto menuturkan, pihaknya juga sengaja menampilkan marawis dalam pawai PDI Perjuangan menuju kantor KPU. Menurut Hasto, adanya kebudayaan marawis tersebut mencerminkan cita-cita ketuhanan dalam berkebudayaan.

"Penampilan marawis misalnya itu mengekspresikan bagaimana cita-cita ketuhanan, berkebudayaan tersebut," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved