Hak Angket KPK

Masinton: Wajar Jika Ada yang Dipanggil Tidak Datang, KPK Saja Tidak Datang Ketika Dipanggil DPR

"Kalau‎ ada yang dipanggil KPK, wajar juga dia tidak datang, dia aja tidak datang ketika dipanggil DPR.

Masinton: Wajar Jika Ada yang Dipanggil Tidak Datang, KPK Saja Tidak Datang Ketika Dipanggil DPR
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Masinto Pasaribu 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ ‎Anggota Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinto Pasaribu menilai KPK telah melakukan pembangkangan konstitusi karena tidak pernah hadir memenuhi undangan pansus.

"Kalau dilihat apa yang dilakukan KPK, sekarang tidak datang ke DPR itu jelas-jelas pembangkangan konstitusi, ada satu institusi merasa paling hebat, dia mengajarkan bangsa ini untuk anarki," kata Masinton di gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/10/2017).

Baca: Formappi: Semua Upaya Akan Ditempuh Pengacara Setya Novanto Demi Bebaskan Sang Bos Dari Bui

Dengan sikap para pimpinan yang enggan datang ke gedung DPR untuk mengikuti Pansus Angket KPK, kata Masinton, wajar jika pihak yang berstatus tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut tidak hadir setiap akan diperiksa.

Baca: Pengamat: Setya Novanto Sedang Berusaha Menarik Kasusnya Ke Segala Bidang

"Kalau‎ ada yang dipanggil KPK, wajar juga dia tidak datang, dia aja tidak datang ketika dipanggil DPR. Dia (KPK) mengajarkan kita semua untuk tidak patuh terhadap institusi," ujar Masinton.

Baca: Pengamat: Setya Novanto Sedang Berusaha Menarik Kasusnya Ke Segala Bidang

Menurut Masinton, selama berjalannya Pansus telah ditemukan berbagai fakta pelanggaran yang dilakukan KPK.

Sehingga, diperlukan langkah pembenahan internal karena jika dibiarkan dapat menimbulkan kerusakan hukum di Indonesia.

Baca: Gencarnya Perlawanan Fredrich Yunadi Bela Setya Novanto Dikhawatirkan Timbulkan Spekulasi Ini

‎"Enggak lah (presiden tidak perlu turun tangan), banci amat KPK ini, apa-apa minta bantu presiden terus. Jangan seret-seret Presiden, ini tugas aparat konstitusi dan penegak hukum," ujar Masinton.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved