Senin, 27 April 2026

Di Tempat Ini Pelanggan Bayar Ongkos Cukur Seikhlasnya

"Kalau ada rombongan tahanan baru, banyak tuh yang datang. Mereka kan harus cukur pendek semua,"

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso
Ari Supriyadi alias Mio, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klass II A Narkotika Cirebon, tengah memangkas rekannya sesama warga binaan. Di tempat tersebut, para pelanggan membayar ongkos cukur seikhlasnya. 

"Kalau ada rombongan tahanan baru, banyak tuh yang datang. Mereka kan harus cukur pendek semua," katanya.

Baca: Sang Istri Mengaku Sudah Jenguk Setya Novanto di Tahanan KPK

Di tempat kerjanya itu, hanya terdapat dua bangku yang masing-masing dilengkapi dengan satu buah cermin berukuran sekitar 60 x 60 sentimeter.

Di bawah cermin, terdapat meja panjang yang kerap dimanfaatkan sang tukang cukur untuk meletakan berbagai peralatannya.

Di meja itu juga terdapat kipas angin kecil, untuk menjamin kenyamanan para pelanggan.

Nanang Sukmajaya dalam mengoperasikan tempat itu, tidaklah sendirian.

Ia dibantu dua orang asisten yang ia didik langsung dari nol untuk menjadi seorang tukang cukur handal.

Satu di antaranya Ari Supriyadi (33), pria asal Karawang, Jawa Barat, yang divonis 5 tahun 4 bulan karena kasus sabu.

Dalam waktu dua bulan Ari Supriyadi alias Mio bisa mahir memangkas rambut warga binaan.

Hingga saat ini ia sudah boleh menangani langsung pelanggan dengan pengawasan dari Nanag Sukmajaya.

Sampai sejauh ini menurutnya belum pernah ada yang protes dengan hasil kerjanya.

"Sejauh ini baik-baik saja, saya malah kepikiran mau jadi tukang cukur setelah bebas nanti," ujarnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved