Breaking News:

LPSK Berikan Kompensasi Rp 237 Juta untuk Korban Terorisme Samarinda

Pemberian kompensasi kepada para korban tindak pidana terorisme ini merupakan salah satu amanat

Penulis: Wahyu Aji
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mewakili negara, memberikan kompensasi atau ganti rugi, kepada tujuh orang korban tindak pidana terorisme kasus bom Samarinda, sebesar Rp 237.871.152.

Kompensasi tersebut diserahkan sebagai implementasi amanat Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

"Pemberian kompensasi kepada para korban tindak pidana terorisme ini merupakan salah satu amanat yang tertuang dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban," kata Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

LPSK menggelar seminar memperingati perjalanan sembilan tahun berdirinya LPSK dengan tema 'Mendorong Implementasi Penanganan Korban Kejahatan di Indonesia yang Terintegrasi'.

Selain menghadirkan para pembicara ahli dan pemberian kompensasi kepada para korban tindak pidana terorisme, acara tersebut juga diisi dengan testimoni para terlindung LPSK.

Para terlindung LPSK ini yang terdiri dari para korban terorisme, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan pelecehan seksual.

Lebih lanjut Semendawai menjelaskan, dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban itu secara khusus disebutkan bahwa korban tindak pidana terorisme berhak mendapatkan kompensasi dari negara.

Baca: Jakarta Siap Hadapi Potensi Bencana Banjir

"Untuk pertama kalinya, kompensasi dari negara diberikan kepada tujuh orang korban tindak pidana terorisme bom Samarinda," ujarnya.

Menurutnya, memang kompensasi saat ini baru bisa diberikan kepada korban tindak pidana terorisme. Sebenarnya, korban pelanggaran HAM Berat juga berpotensi menerima kompensasi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved