Korupsi Proyek RSUD

Usai Transfer Uang Suap untuk Bupati Hulu Sungai Tengah, Investor Ini Bilang Udah Seger Kan?

Ada kode yang dipakai untuk menyembunyikan realisasi transfer dana diduga suap proyek pembangunan RSUD H Damanhuri Barabai Kalimantan Selatan.

Usai Transfer Uang Suap untuk Bupati Hulu Sungai Tengah, Investor Ini Bilang Udah Seger Kan?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti terkait penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Hulu Sungai Tengah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018). KPK menetapkan empat orang tersangka dengan Commitment fee sebesar Rp 3,6 Miliar yang diduga sebagai uang suap pembangunan RSUD Damanhuri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada kode yang dipakai untuk menyembunyikan realisasi transfer dana diduga suap proyek pembangunan RSUD H Damanhuri Barabai Kalimantan Selatan.

Kode ini diungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Salah satu kode realisasi sudah dilakukan adalah digunakannya kalimat 'udah seger, kan?'," ungkap Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam keterangan pers OTT Bupati HST di kantor KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Baca: Kabar Terbaru Echa si Putri Tidur dari Banjarmasin! Kembali Terlelap Panjang, Kini Durasinya 16 Jam

Selama sebulan, Tim KPK memantau pergerakan dan komunikasi Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Abdul Latif, dengan sejumlah orang terkait hingga akhirnya didapati bukti kuat dugaan suap Rp3,6 miliar dan menangkap mereka pada Kamis pagi, 4 Januari 2018.

Diduga suap terkait proyek pembangunan RSUD H Damanhuri Barabai Tahun Anggaran 2017 senilai Rp54,5 miliar.

Direktur Utama PT Menara Agung, Donny Witono, menggunakan kode "udah seger, 'kan?" itu saat menanyakan sudah atau belumnya dana Rp1,8 miliar yang ditransfer olehnya diterima oleh Direktur Utama PT Sugriwa Agung, Abdul Basit. Komunikasi keduanya terjadi pada 3 Januari 2018.

Abdul Basit merupakan teman dari Bupati Abdul Latif. Dan Abdul Latif merupakan pemilik sekaligus komisaris PT Sugriwa Agung pada periode 2011-2014.

Diduga rekening perusahaan tersebut menjadi penampung fee atas sejumlah proyek Pemkab HST.

Pengiriman dana Rp1,8 miliar dari Donny Witono ke rekening perusahaan Abdul Basit pada 3 Januari 2018 adalah kali kedua.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved