Ketua DPR RI
Tiga Kali Salah Ucap Sumpah, Bamsoet: Manusiawi, Mungkin Pertanda Juga
Awalnya, Bamsoet dengan lancar membaca sumpah selaku Ketua DPR. Ia membaca sumpah tersebut tanpa ada kesalahan.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Dewi Agustina
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini mengatakan, dalam tiga tahun belakangan, DPR sudah berganti ketua hingga tiga kali. Menurutnya hal ini tidak lazim.
"Harapanya, mengingat kita jaga marwah, wibawa kelembagaan yang kita cinta sebagai representasi rakyat Indonesia," katanya.
Michael berharap, apa yang baik telah dilakukan Ketua DPR sebelumnya untuk dilanjutkan.
"Kedua kami mohon Ketua DPR Pak Bambang, apa yang sudah diletakan dasar-dasar yang baik bagi 560 anggota, mohon setelah beliau memegang palu, apa yang dirintis ketua sebelumnya, jangan dipangkas. Kalau bisa ditingkatkan dalam rangka kinerja DPR RI. Pergantian jangan sampai ada hak-hak kami yang dipangkas," katanya.
Sementara itu Presiden Joko Widodo menyambut baik dilantiknya Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR, Jokowi berharap dengan dilantiknya Bamsoet kerjasama dengan pemerintah semakin baik.

"Kita harap kerja sama pemerintah dan DPR lebih baik," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, terpilihnya Bamsoet merupakan ranah legislatif.
"Kalau sudah dipilih secara demoktratis tentu pemerintah mendukung pilihan yang sudah dipilih tersebut, sangat menghargai, menghormati keputusan itu," tutur Jokowi.
Untuk menggantikan Bamsoet sebagai Ketua Komisi III DPR, partai Golkar menunjuk Kahar Muzakir.
Kahar sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar yang kemudian dicopot Setya Novanto.
"Iya sudah ada (Ketua Komisi III) namanya Pak Kahar Muzakir," ujar Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Adapun alasannya, kata Airlangga, karena Kahar Muzakir merupakan Politikus Senior Golkar yang kaya pengalaman.
Baca: Pelajar Ikut Pesta Seks Kaum Homo di Kawasan Cianjur: Saya Dipaksa, Saya Masih Normal
Airlangga yakin Kahar mampu memimpin Komisi III, karena kader Golkar memiliki potensi di tempatkan di manapun.
"Ya kan salah satu yang senior di Golkar adalah Pak Kahar," katanya.
Sementara itu terkait kepengurusan Golkar yang baru, Airlangga mengaku belum akan diumumkan dalam waktu dekat.
Karena ia memiliki agenda yang cukup padat dalam beberapa hari ke depan.
"Belum (diumumkan) soalnya saya besok ke Bandung dulu ada acara Ratas dengan pak presiden kemudian hari Kamis saya ke Madiun ya sesudah itu," ujar dia. (taufik ismail/wahyu aji/wly)