Breaking News:

LPSK Dampingi Saksi dan Fasilitasi Kompensasi

LPSK DAN Satuan Tugas Anti Terorisme dan Kejahatan Luar Negeri Kejaksaan Agung, memfasilitasi korban untuk mengajukan tuntutan kompensasi

Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
MM istri korban yang tewas dalam penyerangan di Mapolda Sumut saat menunggu persidangan di PN Jakarta Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan pendampingan hukum kepada saksi kasus terorisme di Polda Sumut. Persidangan kasus itu sendiri digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (12/2-2018).

Wakil Ketua LPSK Lili Pintauli Siregar mengatakan, kasus terorisme di Polda Sumut itu terjadi pada Minggu, 25 Juli 2017.

Dalam aksi itu, seorang anggota Polda Sumut Aiptu Martua Sigalingging meninggal dunia terkena sabetan benda tajam dari para pelaku.

“Pada kasus ini (terorisme di Polda Sumut), LPSK memberikan perlindungan bagi satu orang saksi. Adapun layanan yang diberikan yaitu pendampingan hukum dan fasilitasi kompensasi. Persidangan tidak dilakukan di Sumut, melainkan di Jakarta,” kata Lili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (12/2-2018).

Untuk kepentingan pendampingan saksi pada persidangan, lanjut Lili, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara sebagai lokasi persidangan, untuk menyiapkan ruangan khusus yang dapat dipakai saksi untuk berkonsultasi dengan jaksa penuntut umum sambil menunggu persidangan.

Pada kasus terorisme di Polda Sumut ini, menurut Lili, LPSK juga bekerja sama dengan Satuan Tugas Anti Terorisme dan Kejahatan Luar Negeri Kejaksaan Agung, memfasilitasi korban untuk mengajukan tuntutan kompensasi, sama seperti korban terorisme pada kasus Samarinda.

Lili menuturkan, setelah melakukan perhitungan, tuntutan kompensasi yang diajukan korban senilai Rp 600 juta dan jumlah itu sudah diverifikasi oleh LPSK.

“Kita juga mengapresiasi pemerintah daerah dan Polda Sumut yang telah membantu menyiapkan layanan psikososial bagi korban dan keluarganya,” imbuh Lili.

Sebab, korban meninggalkan seorang istri dan 9 anak, dimana 6 anak masih pelajar.

Dalam kasus ini, respon dari Polri dan pemerintah daerah sangat baik.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved