Kamis, 7 Mei 2026

Pilpres 2019

Rizki Pratama dan Prananda Prabowo, 2 Anak Megawati Dinilai Layak Jadi Cawapres Jokowi

Kedua tokoh muda itu adalah anak pertama Megawati yakni Muhammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengapresiasi sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menolak untuk kembali dicalonkan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019.

Dengan sikapnya tersebut, JK ingin menyerahkan "tongkat estafet" kepada generasi yang lebih muda untuk mendampingi Jokowi di pesta demokrasi lima tahunan.

"Memang paling pas itu kalau Pak JK disandingkan lagi dengan Jokowi, agar pembangunan bisa dilanjutkan. Namun ya sebaiknya pak JK bisa menyerahkan tongkat estafet Wakil Presiden ke yang lebih muda," ujar pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Senin (26/2/2018).

Menurut Hendri, ada banyak tokoh muda bangsa ini yang layak untuk dicalonkan menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Di lingkaran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menurutnya ada dua nama tokoh muda layak untuk menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Kedua tokoh muda itu adalah anak pertama Megawati yakni Muhammad Rizki Pratama dan Muhammad Prananda Prabowo.

"Ada nama Rizki Pratama atau Prananda Prabowo, kalau dari PDI Perjuangan," kata Hendri.

Kalau dari unsur islam, imbuhnya, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi.

Dari tokoh hukum, ada nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad.

Mengutip survei terbaru dari Alvara Research Center, mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, paling disetujui responden mendamping Jokowi di Pilpres 2019.

"Mayoritas responden menyatakan setuju jika dalam Pilres 2019 Jokowi berpasangan dengan Gatot Nurmantyo," ujar CEO Alvara Hasanuddin Ali di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Berdasarkan survei Alvara, sebanyak 61,9 persen responden menyatakan setuju bila Jokowi menggandeng Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI. Sisanya, 38,1 persen menyatakan tidak setuju.

Di bawah Gatot, ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Sebanyak 59,6 persen responden menyatakan setuju pria yang kerap disapa Cak Imin itu menjadi pendamping Jokowi. Sisanya sebanyak 40,4 persen responden tidak setuju.

Saat nama Jokowi dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), 55,5 persen responden menyatakan setuju dan 44,5 persen menyatakan tidak setuju. Mayoritas responden 53 persen juga setuju Jokowi berpasangan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sisanya, 47 persen menyatakan tidak setuju.

Sementara saat nama Jokowi dipasangkan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan, mayoritas responden justru tidak setuju. Angka yang tidak setuju mencapai 50,4 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved