Sabtu, 25 April 2026

Polri Beberkan Alasan Pilih Irjen Heru Winarko Jadi Kepala BNN

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Polri mengharapkan integritas Heru selama di KPK dapat dibawa ke BNN.

Editor: Fajar Anjungroso
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko melakukan sumpah ketika mengikuti pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK menjadi kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membeberkan alasan dipilihnya Irjen Pol Heru Winarko sebagai suksesor dari Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Polri mengharapkan integritas Heru selama di KPK dapat dibawa ke BNN.

Heru sendiri sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

"Karena Polri juga ingin integritas yang ada di KPK, yang baik di KPK, itu dibawa ke BNN. Integritas dan kerja di BNN yang sudah bagus dibawa Pak Buwas dan diperkuat kembali oleh Pak Heru," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

Track record yang baik, kata Iqbal, juga menjadi pertimbangan tersendiri. Apalagi, menurutnya Heru memiliki kemampuan leadership yang baik.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah banyaknya godaan di BNN. Sehingga Polri berpikir dan menimbang untuk memilih Heru agar bisa menularkan integritas kinerja yang selama ini ia persiapkan di KPK.

Baca: Dengar Radio dan Musik Diperbolehkan, Polisi Larang Pengemudi Nonton TV di Mobil

"Dipilihnya Irjen Heru, di samping track record-nya baik, kemampuan leadership baik, manajerial baik. Nah, yang paling diunggulkan adalah integritas di KPK kita harapkan masuk ke BNN, yang sudah bagus diperkuat," kata Iqbal.

"Oh iya, satu lagi, di BNN banyak godaan. Nah, tentunya Pak Heru dipilih ke sana agar Pak Heru bisa menularkan integritas kinerja yang bagus untuk memperkuat BNN," sambungnya lagi.

Lebih lanjut, mengenai posisi Deputi Penindakan KPK yang kosong, Iqbal berharap pengganti Heru adalah sosok perwira tinggi dengan kredibilitas baik dan memiliki integritas bagus seperti pendahulunya.

"(Pengganti Heru) Semoga seorang perwira tinggi yang kredibel, yang mementingkan tugas-tugas di KPK dan mengesampingkan tentunya kepentingan-kepentingan perorangan, kelompok, dan tentunya selama bertugas juga mempunyai integritas yang bagus," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved