Kritisi Impor Beras, Muhammadiyah Adakan Rembug Tani Berkemajuan
Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara Rakornas dan Rembug Tani Berkemajuan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo meluncurkan wacana impor beras sebanyak 500.000 ton yang digulirkan pada Januari silam, Minggu (18/3/2018).
Jokowi mengatakan kebijakan ini diambil lantaran cadangan beras pangan Indonesia tengah menipis.
Mengkritisi hal tersebut, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar acara Rakornas dan Rembug Tani Berkemajuan yang diadakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, 16 hingga 18 Maret 2018.
Dengan tema pertanian, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Marpuji Ali mengatakan peran Muhammadiyah sangat penting dalam memberikan sumbangsih kepada negeri ini.
"Muhammadiyah sangat besar perannya dalam memberikan kontribusi bagi negeri ini. Semisal dahulu terdapat isu kekurangan beras, kini yang terakhir adalah kekurangan garam", ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/marpuji-ali_20180318_194921.jpg)