Saat Sate Ayam Dilelang Di Ajang World Cultural Month 2018 Di Dakar
Dalam setiap partisipasinya di ajang ini, KBRI Dakar selalu menampilkan makanan khas Indonesia.
“Para pengunjung selalu mengharapkan partisipasi Indonesia tiap tahunnya karena KBRI Dakar selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap promosi budaya Indonesia," imbuh Dubes Mansyur.
Puncak kegiatan festival budaya yang diselenggarakan International School of Dakar (ISD) ini adalah defile budaya pakaian negara-negara peserta. Pada defile ini, para ibu DWP KBRI Dakar bersama staf KBRI ikut ambil bagian dengan menampilkan keindahan dan keberagaman berbagai pakaian daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dubes Mansyur mengatakan, partisipasi KBRI Dakar dalam acara ini sangat penting guna memperkenalkan Indonesia secara lebih luas terutama dari aspek budaya. Ajang promosi tersebut diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi warga Senegal dan warga asing untuk datang ke Indonesia, baik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata maupun membeli produk Indonesia. Selain itu, juga tidak kalah pentingnya, KBRI Dakar mempromosikan pencalonan Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB Periode 2019 – 2020 dengan memajang standing banner bergambarkan kepedulian tentara nasional Indonesia yang tergabung dalam operasi perdamaian PBB.
World Cultural Month merupakan ajang prestisius yang diselenggarakan setiap tahun untuk memamerkan dan mempromosikan keunikan budaya masing-masing negara kepada masyarakat dan ekspatriat di Dakar. Partisipasi KBRI Dakar kali ini merupakan yang keenam kalinya secara berturut-turut sejak 2013 sebagai tamu kehormatan.
ISD merupakan sebuah sekolah swasta internasional di Dakar, Senegal, yang didasarkan pada kurikulum Amerika, dengan jenjang sekolah mulai dari tingkat pra-sekolah sampai tingkat 12. Komposisi murid yang belajar di ISD pun sangat beragam yaitu terdiri dari 55 negara dari seluruh dunia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dakar-nih2_20180430_163542.jpg)