Pilpres 2019
Jokowi Diyakini Pertimbangkan Nama-nama dari Indonesia Timur
Hendri Satrio meyakini Jokowi akan mempertimbangkan bakal calon wakil presiden dari wilayah Indonesia Timur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Joko Widodo akan mencalonkan diri di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Sampai satu bulan jelang pendaftaran pasangan calon presiden-wakil presiden ke KPU RI belum diketahui bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Pengamat politik sekaligus Analisis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio meyakini Jokowi akan mempertimbangkan bakal calon wakil presiden dari wilayah Indonesia Timur.
"Besar dan patut dipertimbangkan, sebab saat ini perkembangan Indonesia akan ditentukan dari Timur," ujar Hendri, saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).
Berkaca pada Pilpres 2014, Jokowi memilih tokoh nasional, Jusuf Kalla. Pria asal Sulawesi Selatan itu dinilai mempunyai pengaruh di wilayah Indonesia Timur.
Selain faktor perimbangan kekuatan wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur, calon dari Indonesia Timur juga karena faktor perkembangan pembangunan di Indonesia.
Dia menilai, sejumlah tokoh dari wilayah Indonesia Timur layak menjadi bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi pada pemilu mendatang.
"Yang sekarang ada dari Timur itu kan banyak nama ada Abraham Samad, Amran Sulaiman, TGB Zainul Madji, Anis Matta, Syahrul Yasin Limpo. Itu nama-nama yang dipertimbangkan," kata dia.
Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK juga tetap dipertimbangkan sebagai calon pendamping Jokowi di periode kedua pemerintahan. Sebab, para pendukung JK masih akan terus berusaha setelah gugatan ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.
"Selain nama JK sendiri. Ini perjuangan pecinta JK di MK kan bisa saja belum berakhir. Bisa saja kemarin gagal kemudian diusahakan agar JK bisa mewakili Jokowi," tambahnya.
Melihat sepak terjang dari nama-nama dari wilayah Indonesia Timur, mereka terlihat mulai mempersiapkan diri maju di Pilpres mendatang. Namun, belum ada yang secara terbuka mendeklarasikan akan maju sebagai calon wakil presiden.
Seperti diketahui, sejak bulan Mei lalu, Abraham Samad mulai aktif mendatangi partai politik. Mantan ketua KPK itu tercatat sudah mendatangi kantor DPP PKS dan NasDem. Pada saat kunjungan itu, dia menyampaikan gagasan kebangsaan.
Sedangkan, Anis Matta disebut-sebut sudah menggalang dukungan maju di Pilpres mendatang.
Adapun, Syahrul Yasin Limpo, setelah tak lagi menjabat sebagai gubernur Sulawesi Selatan pernah menyatakan fokus hanya dua, memenangkan Partai Nasdem dan Jokowi. Fokus itu sesuai dengan target Partai Nasdem di pemilu 2019.
Namun, dia tidak menampik berkali-kali mendengar dimasukkan daftar tokoh yang layak mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Padahal, dibandingkan nama lain, Ketua DPP Partai Nasdem itu tidak menyosialisasikan diri.
"Saya keliling menemui banyak orang karena dua target itu. Beberapa waktu lalu terkejut ada survei menyebut saya lebih dikenal dari tokoh-tokoh yang balihonya di mana-mana. Mungkin gara-gara dulu ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia), saya keliling ke berbagai provinsi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hendri-satrio-nih3_20180303_162306.jpg)