Pilpres 2019
Gerindra Berharap Pilpres 2019 Dapat 'Melahirkan' Pemimpin Baru
Riza melihat, selama empat tahun terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menginginkan ajang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 nanti dapat 'melahirkan' pemimpin yang baru.
Sebab Riza melihat, selama empat tahun terakhir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi bangsa. Malah sebaliknya, ekonomi bangsa kian terpuruk.
"Teman-teman yang biasa ngopi ke mal-mal coba datang, mal sepi. Terjadi pergeseran karena daya beli masyarakat rendah ditambah lagi lemahnya rupiah," ujar Riza, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).
Menurut Riza hal itu terjadi lantaran pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang keliru.
Riza mencontohkan saat ini Pemerintah lebih berpihak pada para pemodal asing ketimbang rakyat kecil.
Buktinya, demi memperoleh modal asing, pemerintah malah meneken Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
Dimana dengan perpes tersebut, Indonesia justru mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk ke dalam negeri.
"Ini fakta di lapangan bahwa lapangan pekerja kita semakin sulit. Ini luar biasa saya beberapa waktu lalu ke Morowali, Kendari, satu pesawat hampir penuh sama tenaga kerja asing," ucap Riza.
Menurutnya untuk menyelesaikan semua persoalan bangsa itu, Rizal mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak salah memilih pemimpin pada Pilpres tahun 2019 nanti.
"Membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan bekerja keras. Tidak hanya kerja keras dan jujur," ujar Rizal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-dpp-gerindra-ahmad-riza-patria_20170727_130818.jpg)