Moeldoko: Rumor Serbuan Tenaga Kerja Asing Ke Indonesia Tidak Terbukti
“Hantaman isu tenaga kerja asing ini seperti gelombang yang tak pernah selesai. Untuk itu, sore ini kita hadirkan semua sektor."
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Informasi yang menyebut adanya jutaan tenaga kerja asing menyerbu Tenaga Kerja Asing (TKA), khususnya dari Tiongkok, ke Indonesia, disebut hanya rumor kosong.
Hal itu diungkap Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam rapat koordinasi membahas penanganan TKA yang digelar Kantor Staf Presiden di Bina Graha, Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Baca: Pasca-Gempa, 65 Persen Listrik di Lombok Sudah Kembali Menyala
Rapat dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diikuti oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Kepala BKPM Thomas Lembong, Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Dirjen Perhubungan Laut Kemhub Agus Purnomo dan juga Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung.
Kalaupun ada, kata Moeldoko, TKA yang bekerja di berbagai sektor industri di Morowali, mereka merupakan tenaga kerja legal dengan jumlah minoritas bila dibandingkan serapan tenaga kerja lokal di kawasan itu.
“Hantaman isu tenaga kerja asing ini seperti gelombang yang tak pernah selesai. Untuk itu, sore ini kita hadirkan semua sektor terkait ketenagakerjaan. Juga ada teman-teman wartawan di lokasi, agar bisa menjelaskan langsung apa yang sebenarnya terjadi,” kata Moeldoko membuka pertemuan, seperti dikutip Tribunnews.com dari keterangan tertulis dari KSP, Selasa (7/8/2018).
Dalam kesempatan ini, peserta rapat terhubung langsung melalui video conference dengan CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus serta para jurnalis media nasional yang tengah berada di kawasan industri di Sulawesi Tengah itu.
Juga tersambung dalam rapat ini, Dirjen Imigrasi Ronny Sompie melalui konferensi video dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Kepala Staf Kepresidenan mempersilakan para jurnalis memaparkan fakta-fakta yang ditemui di lapangan.
Secara bergantian David Eko dari Bisnis Indonesia, Kartika Anggraeni dari Tempo dan Reza Praditya jurnalis TVOne mengungkapkan temuan mereka.
“Memang di sini kami jumpai TKA, tapi jumlahnya tak sebanyak yang jadi rumor selama ini. Mereka pun tak melakukan pekerjaan kasar, tapi merupakan pengawas atau supervisor,” kata David.
Kalaupun ada pekerjaan teknis yang dilakukan TKA, lebih karena mereka berhadapan dengan peralatan yang memerlukan skill khusus.
“Misalnya ada alat transportasi yang kemudinya ada di sebelah kiri. Ataupun alat-alat berat lain,” jelas David.
Para jurnalis ini pun ‘blusukan’ hingga ke kantin, fasilitas kesehatan, tempat tinggal atau mess, serta politeknik.
“Tak terlihat ada TKA Tiongkok berkeliaran. Menu makanan pun kami datangi hingga ke tempat penyimpanannya. Semua halal. Ayam, sayur. Tak ada babi yang dikonsumsi oleh TKI,” urai David.
Sementara itu, Kartika menjelaskan, di IMIP total ada 3.121 TKA, sementara jumlah pekerja lokal mencapai 25.447 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/moeldoko-nih5_20180725_150322.jpg)