Kasus Idrus Marham

Dirut PT PJB Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Menurut Iwan, pertemuan-pertemuan yang ia hadiri hanya seputar pembahasan kerja sama dan pembentukan konsorsium pelaksana proyek.

Dirut PT PJB Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Ilustrasi KPK. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara memenuhi panggilan penyidik KPK diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Pada awak media, Iwan mengaku tidak mengetahui soal pembahasan kesepakatan fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau 1 tersebut.

Baca: ASEAN Bahas Pembangunan Ekonomi Kawasan

"Kesepakatan yang informal yang macam-macam enggak pernah. Hanya kesepakatan-kesepakatan formal saja," terang Iwan, Jumat (12/11/2018) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Iwan, pertemuan-pertemuan yang ia hadiri hanya seputar pembahasan kerja sama dan pembentukan konsorsium pelaksana proyek.

Soal adanya pembagian fee, Iwan mengaku baru tahu setelah kasus diungkap oleh KPK dan ramai diberitakan di media.

Dalam pemeriksaan kali ini, Iwan diperiksa guna melengkapi berkas tersangka Idrus Marham. Sebelumnya Iwan pernah pula diperiksa untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johanes Budisutriano Kotjo.

Baca: Diperkuat Egy Maulana Vikri, Timnas Indonesia U-19 Akan Semakin Berbahaya

Diketahui kasus ini diawali dari Operasi Tangkap Tangan hingga KPK menetapkan Eni, wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar sebagai tersangka.

Eni diduga menerima suap dari pengusaha pemegang saham PT Blackgols Natural Resources, Johanes Budisutrisno Kotjo, salah satu konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Dalam pengembangan, penyidik turut mentersangkakan Idrus Marham, mantan Menteri Sosial sebagai tersangka karena diduga menerima janji yang sama dengan Eni yakni 1,5 juta USD dari Kotjo jika proyek dikerjakan oleh perusahaan Kotjo.

Kini dari tiga tersangka, baru satu orang yakni Kotjo yang kasusnya sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara Eni dan Idrus Marham masih ditahan di KPK.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved