Jepang Akhiri Misi Kemanusiaan di Palu

Untuk membantu operasi bantuan di Sulawesi Tengah yang hancur oleh gempa dan tsunami bulan lalu, Jepang mengirim pesawat C130.

Jepang Akhiri Misi Kemanusiaan di Palu
Tribun Lampung/Perdiansyah
Aktivitas warga di Pelabuhan Pantoloan Wani, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018 pasca bencana gempa dan tsunami. Warga mengumpulkan besi dan barang barang bekas yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Tribun Lampung/Perdiansyah) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misi kemanusiaan Jepang akan berakhir setelah 20 hari bekerja menyakurkan bantuan di daerah bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Pesawat Hercules atau pengangkut dari Jepang yang dikirim ke wilayah yang dilanda gempa akan mengakhiri tugas 20 hari hingga Jumat (26/10/2018) besok.

Untuk membantu operasi bantuan di Sulawesi Tengah yang hancur oleh gempa dan tsunami bulan lalu, Jepang mengirim pesawat C130 milik pasukan Bela Diri Angkatan Udara Jepang pada 3 Oktober. 

Sekitar 200 ton bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana, seperti makanan, air mineral dan tenda diangkut menggunakan pesawat tersebut. Saat itu pesawat mendarat di bandar udara yang rusak di kota Palu.

Pejabat Pasukan Bela Diri Jepang menambahkan bahwa pesawat juga telah mengangkut 400 orang dari Palu ke pulau Kalimantan dan daerah lainnya. (NHK).(*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved