Pemilu 2019

PKPU Pencalonan DPD, MK: Tindakan KPU Secara Yuridis Sudah Benar

Fajar Laksono mengaku belum mendapatkan surat dari KPU perihal komunikasi dua lembaga menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA).

PKPU Pencalonan DPD, MK: Tindakan KPU Secara Yuridis Sudah Benar
Rina Ayu/Tribunnews.com
Juru Bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono, di kantor MK, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono, mengaku belum mendapatkan surat dari KPU perihal komunikasi dua lembaga menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA)

Putusan tersebut adalah mengabulkan gugatan uji materi yang diajukan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).

Uji materi dilakukan terhadap PKPU Nomor 26 Tahun 2018 yang memuat larangan pengurus partai politik menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Meski begitu, Fajar mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa menerima konsultasi dari lembaga terkait implementasi putusan hukum. Fajar beralasan MK adalah lembaga limitatif.

Menurut Fajar, implementasi putusan sudah dirumuskan dalam putusan itu sendiri. Dirinya menyerahkan kepada KPU untuk melaksanakan undang-undang tersebut.

"Sampai saat ini kami belum menerima baik surat atau apa ya. Walaupun memang kita tidak juga bisa menerima KPU berkonsultasi dalam ranah implementasi," ujar Fajar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Baca: MK Tunggu Putusan MA Soal Pencalonan Oesman Sapta Odang

Namun, Fajar menilai sangat beralasan jika KPU mengalami kebingungan.

Di satu sisi UU Pemilu yang dilengkapi putusan MK merupakan dasar bagi PKPU larangan anggota partai politik maju menjadi calon DPD. Sementara putusan MA, membatalkan PKPU tersebut.

Fajar menilai langkah KPU menelurkan aturan PKPU tentang Nomor 26 Tahun 2018 merupakan langkah yang benar secara yuridis. Mengingat KPU memiliki dasar hukum untuk membuat PKPU tersebut.

"Tindakan (KPU) sejauh menetapkan PKPU itu sudah benar secara yuridis. Permasalahannya adalah pelaksanaan ketika ada pengadilan lain yang ternyata anomali lah ya. Wajar jika mereka bingung," jelas Fajar.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved