Breaking News:

Ketua PGK: Melek Literasi Sangat Penting Bagi Anak Muda dalam Menangkal Hoax

Ketua PGK Bursah Zarnubi menilai saat ini literasi sangat penting agar generasi muda bisa keluar dari kegagapan teknogi digital.

Istimewa
Menkominfo Rudiantara saat berpidato usai membuka secara resmi Lokakarya Nasional Literasi Digital di Jakarta, Senin(17/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi menilai saat ini literasi sangat penting agar generasi muda bisa keluar dari kegagapan teknologi digital. 

Selain itu, melek literasi juga diperlukan untuk menangkal kabar-kabar hoax.

Contohnya di media sosial, menurut dia informasi di media sosial banyak yang bersifat merusak atau informasi sampah.

Bahkan Presiden Jokowi pun menjadi sasaran hoax seperti tuduhan anggota PKI yang sudah berkali-kali dibantahnya.

Baca: Menteri Kesehatan Dorong Penghuni Lapas Lakukan Tes HIV

"Karena memang tidak masuk akal PKI bubar 65 sementara Presiden Jokowi lahir tahun 61 disitulah pentingnya kita menggunakan akal sehat dalam menyaring setiap informasi," kata Bursah dalam pernyataannya saat pembukaan acara Lokakarya Nasional Literasi Digital di Jakarta, Senin(17/12/2018).

Dalam acara lokakarya tersebut hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang sekaligus membuka agenda tersebut.

Lokakarya ini diikuti 270 kaum milenial yang aktif di berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda, terutama kelompok Cipayung.

Baca: Sandiaga Sebut Perusakan Atribut Partai Demokrat di Riau Sebagai Tidakan Kriminal

Mereka mewakili seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke. Lokakarya ini digelar selama 3 hari, yakni dari tanggal 16-18 Desember 2018.

Dalam pidatonya, Menkominfo Rudiantara menceritakan tentang langkah pemerintahan Jokowi-JK yang selalu menekankan pada adanya perubahan dan perbaikan, terutama dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

"Pemerintahan Jokowi-JK, setidaknya Kemenkominfo selalu berusaha agar kita senantiasa mendisrupsi diri kita untuk berubah berubah, berubah, dan terus berubah. Apa yang berubah? Pertama, pemerintah, Kominfo dalam hal ini perannya. Sebelumnya sebagai regulator yaitu yang membuat regulasi-regulasi, yang membuat aturan, izin, kini berubah," katanya.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved