Kamis, 4 Juni 2026

Temui Jokowi di Istana, Nelayan Ini Pinjam Sepatu Tetangga

Hal ini disampaikan langsung oleh Iim Rohimin, perwakilan nelayan di hadapan Jokowi daan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan perwakilan nelayan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/1/2019). Presiden dalam kesempatan tersebut meminta nelayan dan pengusaha perikanan untuk memanfaatkan Bank Mikro Nelayan dalam mengembangkan usaha. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"‎Perwakilan dari Pulau Pari ada lima orang. Sebelum berangkat ke Istana, kami sudah diskusi apa yang mau disampaikan. Seperti soal perampasan tanah, konflik, sertifikat, sampai kami yang dikriminalisasi dan diancam digusur," terang Sulaiman.

"‎Padahal Pulau Pari jaraknya dekat dari Jakarta. Tapi tadi kami tidak bisa sampaikan langsung ke Pak Jokowi. Dulu saat beliau Gubernur Jakarta, beliau sudah pernah ke Pulau Pari. Saya juga sudah enam kali diundang ke istana, ya sama sekali tidak ada perubahan. Kami nelayan di bully, diperkarakan," ungkap Sulaiman lagi.

Diketahui koalisi Selamatkan Pulau Pari gencar menyuarakan sengketa lahan warga di Pulau Pari. Mereka sempat meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak hanya berpangku tangan. Anies diminta ikut ‎membantu warga menyelesaikan sengketa.

Sengketa di Pulau Pari terjadi akibat warga melakukan penolakan terhadap sertifikat-sertifikat yang tiba-tiba muncul atas nama perseorangan maupun korporasi pada 2014-2015. Warga yang melakukan penolakan, mengalami kriminalisasi.

Padahal berdasarkan pemeriksaan Ombudsman RI, sertifikat tersebut cacat administrasi. Total ada 62 sertifikat hak milik dan 14 sertifikat Hak Guna Bangunan di Pulau Pari yang maladministrasi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved