Breaking News:

Jaksa Tuntut Panitera Pengganti PN Medan Pidana 8 Tahun Penjara

Haerudin, selaku salah satu JPU pada KPK membacakan tuntutan terhadap Helpandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Panitera pengganti Pengadilan Negeri Medan Helpandi menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/8/2018). KPK resmi menahan empat tersangka yakni Hakim Adhoc Tipikor PN Medan Merry Purba, Panitera Pengganti Helpandi, serta Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan dari pihak swasta atas kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait putusan perkara di PN Medan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menuntut Helpandi, Panitera Pengganti Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 320 juta subsider 5 bulan kurungan.

Haerudin, selaku salah satu JPU pada KPK membacakan tuntutan terhadap Helpandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Menjatuhkan pidana Helpandi 8 tahun dikurangi selama masa tahanan. Denda Rp 320 juta subsider 5 bulan. Dengan perintah terdakwa ditahan," kata Haerudin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Helpandi merupakan perantara suap dari Tamin Sukardi, terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara, kepada Merry Purba, selaku hakim adhoc di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

"Fakta hukum bahwa terdakwa menyadari perbuatannya dilanggar namun terdakwa tetap mengerjakan. Selama persidangan tidak ada alasan pembenar atau pemaaf," kata Haerudin.

Pada saat membacakan pertimbangan, JPU pada KPK mengungkapkan hal memberatkan, yaitu terdakwa terbukti pelaku aktif dalam peran pelaksanakan kejahatan.

"Terdakwa selaku perantara telah menghubungi majelis hakim. Terdakwa menyalahgunakan wewenang," kata dia.

Sedangkan, untuk hal meringankan, kata dia, terdakwa membantu mengungkap perbuatan pidana oleh hakim. Selain itu, kata dia, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Sebelumnya, pada saat membacakan surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menyebut Merry menerima uang dari Tamin Sukardi, terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara. Uang itu diberikan melalui Helpandi, selaku Panitera Pengganti PN Tipikor Medan.

Baca: Pakai Celana Pendek, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Tiba di Rutan Polda Jawa Tengah

Pemberian hadiah tersebut berasal dari Tamin Sukardi melalui Hadi Setiawan, di mana jumlah keseluruhan uang yang diterima oleh Helpandi sebanyak SGD 280.000.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved